JAKARTA, AFU.ID – Iran menetapkan sejumlah syarat jika Amerika Serikat ingin Selat Hormuz kembali dibuka. Salah satu tuntutan Teheran adalah pembayaran penuh atas kerusakan yang disebut Iran timbul akibat dua perang agresif terhadap negaranya. Meski demikian, Iran hingga Senin (10/8/2026) belum secara resmi menyebut nominal tertentu yang harus dibayarkan Amerika Serikat sebagai syarat pembukaan kembali selat strategis tersebut.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Bagher Zolghadr dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan Selat Hormuz masih akan ditutup sampai tuntutan Teheran dipenuhi. Iran meminta kompensasi atas kerusakan akibat konflik tersebut dibayarkan secara penuh tanpa pengurangan. Teheran juga menuntut Amerika Serikat mencabut blokade laut, menarik pasukan militernya dari sekitar Iran, mengakhiri sanksi, serta membebaskan aset-aset Iran yang dibekukan.
Selain itu, Iran meminta Washington menghentikan ancaman dan serangan terhadap Iran serta kelompok atau negara sekutunya, termasuk Lebanon, Palestina, Yaman dan Irak. Tuntutan tersebut membuat isu kompensasi perang menjadi salah satu persoalan utama dalam upaya membuka kembali jalur pelayaran yang sangat penting bagi perdagangan energi dunia itu.
Sebelumnya, Teheran meminta sekitar US$400 miliar sebagai ganti rugi atas kerugian akibat perang. Namun, angka itu tidak muncul dalam syarat terbaru yang diajukan Iran kepada AS untuk membuka Selat Hormuz. Selain itu angka itu, Iran juga pernah mengajukan US$300 miliar dalam proposal pembentukan Reconstruction and Development Fund atau Dana Rekonstruksi dan Pembangunan yang muncul dalam kerangka nota kesepahaman pada Juni 2026.
Berbeda dengan konsep reparasi langsung, skema itu disebut dirancang sebagai investasi yang melibatkan sektor swasta dan mitra regional, termasuk negara-negara Teluk. Lebih dari separuh nilai dana tersebut bahkan dilaporkan telah mendapatkan komitmen. Amerika Serikat sebelumnya menolak konsep pembayaran reparasi perang secara langsung menggunakan uang pembayar pajak AS. Washington juga menekankan bahwa skema dana rekonstruksi yang dibahas merupakan investasi swasta, bukan pembayaran ganti rugi langsung oleh pemerintah Amerika.
Di sisi lain, Iran tetap mengaitkan pembukaan Selat Hormuz dengan pemenuhan tuntutan politik, militer dan ekonomi tersebut. Selain kompensasi, Teheran meminta adanya perubahan menyeluruh terhadap kebijakan Washington di kawasan. Penarikan pasukan AS dari sekitar Iran, penghentian sanksi, pencabutan blokade laut, serta penghentian ancaman dan serangan terhadap Iran menjadi bagian dari tuntutan tersebut. (EER)