JAKARTA, AFU.ID – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengkritik lembaga internasional dan kelompok pembela hak asasi manusia yang dinilainya gagal menghentikan tindakan Israel di kawasan. Pernyataan itu disampaikan di tengah dimulainya prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran.
Pezeshkian menilai dunia internasional seharusnya bertindak ketika Israel secara terbuka membicarakan pembunuhan dan serangan terarah. Namun, menurut dia, lembaga-lembaga global justru diam, sementara dukungan politik dan logistik terus mengalir kepada Israel.
Ia juga menuding Israel bertanggung jawab atas berbagai krisis dan ketidakstabilan di Timur Tengah. Pezeshkian mengatakan negara-negara Muslim tidak memulai agresi di kawasan, tetapi justru menghadapi serangan yang meluas ke sejumlah negara.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi di Aula KTT Teheran, Sabtu (4/7/2026), saat ribuan pelayat berkumpul di kompleks Masjid Imam Khomeini Mosalla untuk mengikuti rangkaian penghormatan terakhir bagi Khamenei.
Pemakaman Khamenei berlangsung di tengah situasi politik Iran yang masih dibayangi perang beberapa pekan dengan Amerika Serikat dan Israel. Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada akhir Februari, sebelum kedua pihak mencapai gencatan senjata yang dimediasi Pakistan.
Pezeshkian mengatakan kepemimpinan baru di Iran menghadapi tanggung jawab besar untuk menjaga persatuan di dunia Islam. Pemerintahannya, kata dia, akan tetap mendorong solidaritas negara-negara Muslim dan melanjutkan cita-cita Revolusi Islam.
Prosesi pemakaman Khamenei dijadwalkan berlangsung hingga 9 Juli. Setelah rangkaian acara di Teheran, jenazah akan dibawa ke Qom, kemudian ke sejumlah kota suci di Irak, sebelum dimakamkan di Mashhad, kota kelahirannya di timur laut Iran. (RHU)