JAKARTA, AFU.ID — Jenazah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akhirnya dimakamkan di Kompleks Makam Imam Reza, Mashhad, Jumat (10/7/2026), setelah rangkaian pemakaman kenegaraan selama enam hari. Prosesi tersebut menutup perjalanan terakhir Khamenei yang sempat tertunda lebih dari empat bulan akibat perang. Pemakaman berlangsung di tengah kembali memanasnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Ali Khamenei wafat pada 28 Februari 2026 setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam kediamannya di Teheran. Pemerintah Iran semula menjadwalkan pemakaman pada Maret, namun kondisi perang membuat upacara kenegaraan baru dapat digelar pada awal Juli. Setelah situasi keamanan dinilai lebih kondusif, rangkaian penghormatan resmi akhirnya dimulai.
Prosesi Dibuka di Teheran
Rangkaian pemakaman kenegaraan dimulai Jumat, 3 Juli 2026, di Teheran dengan upacara yang dihadiri pejabat tinggi Iran, pimpinan militer, ulama, dan delegasi dari lebih 45 negara. Hari pertama difokuskan untuk memberikan penghormatan resmi kepada Ali Khamenei dan anggota keluarganya yang turut menjadi korban serangan. Setelah upacara selesai, jenazah disemayamkan agar masyarakat dapat memberikan penghormatan terakhir.
Selama dua hari berikutnya, 3–4 Juli, peti jenazah dipindahkan ke Kompleks Grand Mosalla Teheran yang dipadati ribuan pelayat. Salat jenazah dan doa bersama digelar sebelum iring-iringan bergerak melintasi sejumlah ruas utama ibu kota Iran. Prosesi tersebut menjadi pusat duka nasional sekaligus mengawali perjalanan terakhir Khamenei menuju kota-kota suci.
Berlanjut ke Qom dan Irak
Memasuki Selasa, 7 Juli 2026, iring-iringan bergerak menuju Kota Qom yang menjadi salah satu pusat pendidikan ulama Syiah di Iran. Penghormatan digelar di Makam Hazrat Masoumeh dan Masjid Jamkaran sebelum peti jenazah diterbangkan ke Irak pada malam harinya. Tahapan ini mempertegas kuatnya simbol keagamaan dalam prosesi pemakaman Khamenei.
Keesokan harinya, iring-iringan tiba di Najaf sebelum melanjutkan perjalanan ke Karbala. Jenazah dibawa ke kompleks Makam Imam Ali, Imam Hussein, dan Hazrat Abbas yang menjadi lokasi paling suci bagi umat Syiah. Ribuan pelayat memadati jalur prosesi hingga malam hari untuk memberikan penghormatan terakhir.
Berakhir di Mashhad
Kamis, 9 Juli 2026, jenazah kembali ke Iran untuk menjalani prosesi penutup di Mashhad, kota kelahiran Khamenei sekaligus lokasi Kompleks Imam Reza. Ribuan warga telah memadati kawasan tersebut sejak sehari sebelumnya untuk mengikuti pemakaman. Mashhad dipilih sebagai lokasi peristirahatan terakhir karena memiliki makna sejarah dan spiritual bagi masyarakat Iran.
Sehari berselang, puncak prosesi berlangsung ketika peti jenazah diarak menuju aula memorial Kompleks Imam Reza sebelum dimakamkan. Televisi pemerintah Iran menayangkan suasana khidmat ketika doa-doa dipanjatkan oleh para pelayat yang memenuhi area kompleks. Dengan berakhirnya prosesi tersebut, perjalanan terakhir Ali Khamenei yang memimpin Iran selama hampir 37 tahun resmi ditutup.
Iran Klaim Dihadiri 43 Juta Pelayat
Setelah seluruh rangkaian selesai, otoritas Iran mengklaim sebanyak 41–43 juta orang mengikuti prosesi pemakaman yang berlangsung di lima kota selama enam hari. Jumlah tersebut hampir menyamai separuh populasi Iran yang mencapai sekitar 93 juta jiwa. Pemerintah Irak secara terpisah juga memperkirakan sekitar 10 juta pelayat memadati Najaf dan Karbala saat iring-iringan memasuki wilayahnya.
Media pemerintah Iran mengutip Fars News Agency menyebut angka tersebut dihitung melalui data penumpang transportasi umum, pelacakan sinyal telepon seluler, kepadatan massa, luas area, hingga durasi kehadiran pelayat. Upacara kenegaraan juga dihadiri delegasi politik dari lebih 45 negara dan pemuka agama dari sekitar 90 negara. Dengan perhitungan tersebut, Iran mengklaim prosesi pemakaman Ali Khamenei menjadi salah satu pengumpulan massa terbesar dalam sejarah modern. (RAI)