Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Tim peneliti dari China menemukan pembentukan sel darah manusia dimulai jauh lebih awal dari yang selama ini diperkirakan, yakni bahkan sebelum proses gastrulasi resmi dimulai pada embrio manusia. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature oleh peneliti dari Institute of Hematology & Blood Diseases Hospital, Chinese Academy of Medical Sciences (IHCAMS), Beijing Institute of Technology (BIT), dan Rumah Sakit Umum PLA China.
Gastrulasi merupakan tahap penting dalam perkembangan embrio ketika struktur embrio yang semula sederhana berubah menjadi susunan tiga lapis yang menjadi dasar pembentukan organ dan sumbu tubuh manusia. Selama ini, para ilmuwan meyakini sel-sel darah baru muncul setelah tahap tersebut berlangsung. Namun, melalui analisis terhadap sampel embrio manusia tahap awal yang sangat langka, tim peneliti menemukan “pabrik” pembentuk sel darah di kantong kuning telur embrio sudah aktif sebelum gastrulasi dimulai. Struktur itu telah menghasilkan eritrosit primitif, megakariosit primitif, dan sel progenitor mieloid.
Penelitian ini juga menghasilkan atlas transkriptom spasial beresolusi tinggi pertama untuk tahap pragastrulasi manusia. Dari atlas tersebut terungkap sel darah paling awal bukan berasal dari epiblas seperti yang lama diyakini, melainkan dari mesoderm ekstraembrionik yang terbentuk dari hipoblas. Temuan itu sekaligus mengakhiri perdebatan panjang mengenai asal-usul sel hematopoietik (pembentuk darah) awal pada manusia.
Para peneliti juga menemukan kantong kuning telur embrio tidak bekerja sebagai satu lokasi pembentukan sel darah yang seragam. Di dalamnya terdapat dua wilayah dengan fungsi berbeda: satu wilayah terutama menghasilkan sel progenitor mieloid, sementara wilayah lainnya lebih banyak memproduksi eritrosit primitif dan megakariosit primitif.
Peneliti IHCAMS, Lan Yu, menyatakan hasil penelitian ini tidak hanya mengubah pemahaman tentang hematopoiesis awal manusia, tetapi juga membuka wawasan baru bagi pengembangan regenerasi sel darah secara in vitro serta penelitian mengenai kelainan perkembangan embrio manusia pada tahap paling dini. (RAI)