JAKARTA, AFU.ID — Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 dibuka mulai Selasa (30/6/2026) hingga akhir Juli. Pada seleksi kali ini, peluang lolos semakin besar bagi pendaftar di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) karena pemerintah menargetkan sedikitnya 80 persen kuota beasiswa dialokasikan untuk sektor tersebut.
Direktur Utama LPDP Yon Arsal mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kebutuhan talenta pada sektor industri strategis nasional. "Beasiswa LPDP bersumber dari dana publik sehingga setiap penerima memiliki tanggung jawab untuk kembali dan berkontribusi memberikan manfaat kepada bangsa," kata Yon.
Bidang yang diprioritaskan meliputi pangan, energi, pertahanan, digitalisasi termasuk kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor, kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur, material maju, hingga kewirausahaan dan industri kreatif. Sementara itu, maksimal 20 persen kuota tetap dialokasikan untuk bidang SHARE (social, humanities, arts, religious studies, dan economics) guna mendukung pembangunan manusia secara berkelanjutan.
Minat masyarakat terhadap beasiswa LPDP juga terus meningkat. Pada Seleksi Tahap I 2026, sebanyak 2.753 peserta dinyatakan lolos seleksi substansi dari total 32.794 pendaftar atau meningkat 33,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
LPDP turut membuka kembali sejumlah skema beasiswa, mulai dari Beasiswa Akselerasi di universitas unggulan, Beasiswa Keolahragaan, hingga Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional jalur Doctor by Research. Pada tahap kedua ini, sejumlah persyaratan juga dibuat lebih fleksibel untuk memudahkan pendaftar.
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso mengatakan peserta yang telah memiliki Letter of Acceptance (LoA) tanpa syarat tidak lagi diwajibkan melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris. "Untuk pendaftaran tahap kedua, terdapat banyak perubahan ketentuan yang bersifat menguntungkan bagi para pendaftar," ujar Dwi.
Selain itu, peserta yang belum memiliki LoA kini dapat menggunakan sertifikat bahasa Inggris yang diterbitkan pusat bahasa perguruan tinggi di dalam negeri. LPDP juga memperluas daftar kampus tujuan menjadi 31 universitas unggulan, terdiri atas 17 universitas untuk seluruh program studi dan 14 universitas tambahan khusus bidang STEM.
Hingga Mei 2026, LPDP mengelola Dana Abadi Pendidikan sebesar Rp180,81 triliun sebagai fondasi pembiayaan pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Sejak beroperasi pada 2013, LPDP telah menghasilkan 58.749 penerima beasiswa, dengan lebih dari 34 ribu di antaranya telah menjadi alumni.
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan. Pemerintah berharap perluasan kuota STEM dan berbagai kemudahan baru tersebut mampu memperbanyak talenta yang siap mendukung penguatan industri strategis nasional. (RAI)