JAKARTA, AFU.ID — Kecelakaan kereta di Bekasi Timur pada 27 April 2026 membuat penanganan perlintasan sebidang kembali menjadi perhatian pemerintah karena masih menyimpan risiko keselamatan bagi warga.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi keselamatan perkeretaapian setelah insiden tersebut.
“Kementerian Perhubungan memandang bahwa keselamatan perkeretaapian harus terus diperkuat melalui evaluasi menyeluruh,” kata Dudy dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis, (21/5/2026)
Evaluasi itu mencakup operasional, prasarana, kelaikan sarana, persinyalan, prosedur darurat, kompetensi petugas, manajemen risiko, hingga pengawasan perlintasan sebidang.
Namun, penyebab kecelakaan Bekasi Timur belum diumumkan karena investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi masih berlangsung.
“Kemenhub tidak akan mendahului hasil investigasi KNKT yang tentu berdasarkan fakta data,” ujar Dudy.
Kemenhub mencatat kecelakaan di perlintasan sebidang masih terjadi dalam tiga tahun terakhir. Jumlahnya turun dari 337 kejadian pada 2024 menjadi 291 kejadian pada 2025, lalu 102 kejadian hingga 1 Mei 2026.
Dudy menyebut penurunan itu menunjukkan langkah keselamatan mulai berdampak, tetapi perbaikan tetap harus diperkuat.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya meminta percepatan penanganan perlintasan kereta demi keselamatan masyarakat.
Pemerintah juga menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi sebagai solusi jangka panjang karena tingginya kepadatan lalu lintas dan perjalanan kereta.
Selain itu, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk peningkatan keselamatan dan pembangunan infrastruktur perlintasan.
“Kami menyatakan, tidak ada kompromi untuk keselamatan transportasi. Setiap kejadian harus menjadi pelajaran, dan ditindaklanjuti dengan perbaikan sistem,” kata Dudy.
Dengan penyebab kecelakaan yang belum diumumkan dan perlintasan sebidang masih memicu kecelakaan, tindak lanjut hasil investigasi KNKT menjadi ukuran penting apakah perbaikan keselamatan benar-benar berjalan. (RHU)