JAKARTA, AFU.ID — Keluhan sakit perut, mual, hingga penolakan masuk kelas bisa menjadi tanda anak mengalami kecemasan pada masa awal masuk sekolah. Psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo menilai gejala tersebut perlu dikenali sejak dini agar tidak mengganggu proses adaptasi anak di lingkungan belajar yang baru.
Vera menjelaskan, kecemasan pada anak umumnya muncul saat mereka harus beradaptasi dengan lingkungan, guru, maupun teman-teman baru. Kondisi tersebut dapat terlihat dari tangisan yang berlebihan, keengganan masuk ke kelas, atau keinginan untuk terus didampingi orang tua selama berada di sekolah. Selain perubahan perilaku, kecemasan juga dapat muncul dalam bentuk keluhan fisik meski anak tidak mengalami gangguan kesehatan.
Menurutnya, anak bisa mengeluhkan sakit perut, mual, pusing, atau keluhan lain terutama menjelang berangkat ke sekolah. "Mengeluh sakit perut, mual, pusing, atau keluhan fisik lain padahal tidak ada gangguan medis, terutama menjelang berangkat sekolah," ujar Vera. Ia menambahkan, tanda kecemasan lainnya antara lain anak terus mengajukan pertanyaan yang sama, seperti siapa yang akan menjemput, sulit berkonsentrasi, enggan berinteraksi dengan guru maupun teman, hingga menjadi lebih mudah marah, rewel, pendiam, menarik diri, atau kehilangan minat bermain.
Dalam beberapa kasus, anak juga dapat mengalami kemunduran perilaku, seperti kembali mengompol atau menjadi lebih bergantung kepada orang tua. Apabila gejala tersebut berlangsung selama beberapa minggu, semakin berat, atau membuat anak tidak mampu mengikuti kegiatan belajar di sekolah, Vera menyarankan orang tua segera berkonsultasi dengan psikolog dan memperkuat komunikasi dengan pihak sekolah. "Kalau semakin berat atau tidak berkurang intensitasnya dan membuat anak sama sekali tidak mampu mengikuti kegiatan sekolah, sebaiknya orang tua berkonsultasi dan bekerja sama dengan sekolah secara lebih intensif," tutup Vera. (RAI)