JAKARTA, AFU.ID — Korban meninggal akibat dua gempa besar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 bertambah 139 orang menjadi 5.069 jiwa. Lebih dari tiga pekan setelah bencana, sebanyak 21.235 warga masih tinggal di 107 lokasi penampungan sementara. Pembaruan tersebut disampaikan Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodríguez pada Jumat (17/7/2026). Jumlah korban luka tetap tercatat sebanyak 16.740 orang, sedangkan 17.907 warga dilaporkan kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah menyebut bantuan telah diberikan kepada 128.324 keluarga terdampak. Hingga Jumat, sebanyak 1.331 gempa susulan tercatat sejak dua gempa bermagnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah utara Venezuela dalam selang 39 detik. Gempa susulan terbesar dalam sepekan terakhir terjadi pada 10 Juli dengan magnitudo 3,9. Guncangan yang berpusat sekitar 10 kilometer timur laut Naiguatá, Negara Bagian La Guaira, itu memicu kepanikan dan evakuasi pencegahan dari sejumlah bangunan.
La Guaira menjadi wilayah yang mengalami dampak paling parah. Pemerintah sebelumnya melaporkan 856 bangunan rusak, termasuk 190 bangunan yang runtuh total atau mengalami kegagalan struktur. Pemerintah mulai melakukan sensus biometrik terhadap warga terdampak untuk menghitung kebutuhan hunian dalam proses rekonstruksi. Kebutuhan rumah baru sementara diperkirakan mencapai 25.000 unit. Majelis Nasional Venezuela juga mulai membahas perubahan undang-undang untuk mempercepat pembangunan rumah pascagempa. Perubahan itu diarahkan untuk memberikan kepastian hukum dan membuka pembiayaan bagi pembangunan hunian baru.
Di tengah proses pemulihan, lembaga kemanusiaan meluncurkan permohonan tambahan bantuan senilai US$299 juta untuk memperluas penanganan warga terdampak. Venezuela masih berada dalam status darurat sejak dua gempa besar tersebut merusak kawasan pesisir dan sebagian wilayah Caracas. (RHU)