JAKARTA, AFU.ID — Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama sejumlah elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat (MPR) dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026). Demonstrasi bertajuk "Mosi Tidak Percaya Rezim Prabowo-Gibran" itu digelar sebagai bentuk kritik terhadap pemerintahan Kabinet Merah Putih.
Berdasarkan poster seruan aksi yang diunggah melalui akun Instagram @aliansiunjmelawan, peserta aksi menilai ketimpangan sosial, pelemahan kedaulatan sipil, serta krisis di berbagai sektor menjadi alasan menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah. "Ketimpangan sosial, pelemahan kedaulatan sipil, dan krisis di berbagai sektor kehidupan menjadi bukti bahwa kepercayaan publik terhadap Kabinet Merah Putih-Prabowo Gibran patut dipertanyakan," demikian bunyi pernyataan dalam unggahan tersebut. Selain itu, Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat membawa tiga tuntutan utama, yakni mengembalikan kedaulatan masyarakat sipil, membongkar total sistem negara, dan menyelamatkan pendidikan Indonesia.
Menjelang aksi berlangsung, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 4.132 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan jajaran Polsek untuk mengamankan jalannya demonstrasi. Aparat juga disiagakan di sejumlah titik di Jakarta Pusat guna mengantisipasi kemungkinan adanya aksi tambahan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan rekayasa lalu lintas di kawasan protokol akan diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan. Menurutnya, kawasan Jalan Jenderal Sudirman, MH Thamrin, dan Bundaran Hotel Indonesia (HI) merupakan pusat aktivitas ekonomi, perhotelan, serta simpul transportasi yang harus tetap dijaga kelancarannya. "Penyekatan itu sifatnya situasional. Jalur Sudirman, Thamrin, dan Bundaran HI ini merupakan central of gravity-nya Jakarta," kata Budi.
Polda Metro Jaya memperkirakan jumlah peserta aksi mencapai sekitar 500 hingga 750 orang berdasarkan surat pemberitahuan yang diterima kepolisian. Selain massa aksi, polisi juga mengantisipasi keberadaan massa cair, termasuk masyarakat yang menyaksikan jalannya demonstrasi maupun pelaku UMKM yang beraktivitas di sekitar lokasi. Sementara itu, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono meminta seluruh personel mengedepankan pendekatan yang humanis selama pengamanan berlangsung.
Polisi juga memastikan seluruh petugas bekerja dalam satu komando dan tidak membawa senjata api. "Keselamatan peserta, masyarakat sekitar, dan petugas menjadi prioritas. Tidak ada personel yang membawa maupun menggunakan senjata api," tegas Budi. Personel gabungan ditempatkan di sejumlah titik strategis, antara lain kawasan Monas, Patung Kuda, Bundaran HI, Dukuh Atas, Harmoni, Tugu Tani, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Semanggi, hingga Bundaran Senayan. (RAI)