JAKARTA, AFU.ID — Seorang perempuan mengaku menjadi korban perekaman diam-diam ketika mengantre di kasir sebuah toko di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Seorang pria diduga menyembunyikan ponsel di dalam sandal yang telah dilubangi, kemudian mengarahkan kameranya ke bawah daster korban. Aksi tersebut diketahui setelah korban memeriksa rekaman kamera pengawas toko.
Peristiwa bermula ketika korban datang ke toko bersama kakaknya sekitar pukul 21.29 WIB. Berdasarkan rekaman CCTV, pria tersebut telah berada di lokasi sejak sekitar pukul 20.55 WIB atau lebih dari setengah jam sebelum korban tiba. Pelaku terlihat mengenakan sandal yang bagian atasnya telah dimodifikasi sebagai tempat meletakkan ponsel.
Saat korban berdiri di depan kasir, pria tersebut beberapa kali mendekatkan kakinya ke posisi korban. Kamera ponsel ditempatkan menghadap ke atas, sedangkan kaki pelaku diarahkan ke bawah pakaian korban. Pria itu juga terlihat sengaja menyenggol kaki korban untuk mendapatkan posisi yang diinginkan.
“Korban baru menyadari adanya kontak pada percobaan kedua. Ia sempat menegur pelaku dan meminta untuk memeriksa ponselnya,” tulis akun Instagram @jabodetabek24info, Kamis (06/08/2026). Korban mulai merasa curiga setelah kakinya kembali bersentuhan dengan kaki pria tersebut. Ia kemudian memperhatikan posisi ponsel yang berada di dalam sandal pelaku.
Korban langsung menegur pria itu dan meminta ponselnya diperlihatkan. Pemeriksaan awal pada galeri utama tidak menemukan video yang diduga direkam dari bawah pakaian korban. Namun, korban mengaku belum sempat memeriksa folder sampah, berkas tersembunyi, atau riwayat video yang telah dihapus.
Sebelum ponsel dapat diperiksa lebih jauh, pria tersebut bergegas meninggalkan toko. Ia kemudian melarikan diri menggunakan sepeda motor yang terparkir di sekitar lokasi. Identitas maupun nomor kendaraan yang digunakannya belum diumumkan.
Korban baru mengetahui seluruh gerak-gerik pria tersebut setelah meminta pihak toko membuka rekaman CCTV. Video memperlihatkan pelaku beberapa kali mengatur posisi kakinya ketika berada dekat korban. Rekaman itu kemudian beredar di media sosial dan memicu perhatian publik terhadap modus perekaman tersembunyi di ruang umum.
Korban mengaku mengalami trauma setelah kejadian tersebut dan membagikan pengalamannya untuk memperingatkan perempuan lain. Hingga berita ini disusun, belum ada informasi bahwa korban telah membuat laporan resmi kepada kepolisian. Polres Tangerang Selatan juga belum menyampaikan keterangan mengenai identitas maupun pencarian terhadap pria dalam rekaman tersebut. (RHU)