Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Pembahasan mengenai spekulasi reshuffle Kabinet Merah Putih kembali menghangat dalam beberapa hari terakhir. Di tengah isu tersebut, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyabut Presiden Prabowo Subianto belum membahas rencana perombakan kabinet. Menurutnya, pemerintah saat ini lebih memprioritaskan pengisian sejumlah jabatan wakil menteri yang masih kosong.
Prasetyo menjelaskan, pemerintah saat ini lebih memprioritaskan pengisian sejumlah jabatan yang masih kosong dibandingkan mengganti menteri yang sedang bertugas. Posisi yang dimaksud adalah kursi wakil menteri yang ditinggalkan pejabat sebelumnya karena mendapat penugasan baru maupun tersangkut persoalan hukum. "Reshuffle sementara belum ada," kata Prasetyo dalam keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (30/7/2026).
Salah satu jabatan yang belum terisi adalah Wakil Menteri Pertanian setelah Sudaryono dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional. Selain itu, posisi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan juga kosong setelah Silmy Karim ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara korupsi. Karena itu, apabila dalam waktu dekat terdapat pelantikan pejabat baru, menurut Prasetyo, langkah tersebut lebih ditujukan untuk mengisi kekosongan jabatan. Prabowo belum berdiskusi mengenai pergantian menteri di Kabinet Merah Putih. "Terus terang, Bapak Presiden juga belum berdiskusi mengenai rencana adanya pergantian atau reshuffle dalam waktu dekat," ujarnya. Ia meminta publik tidak berspekulasi mengenai isu perombakan kabinet yang belakangan ramai diperbincangkan.
Isu reshuffle mencuat setelah hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan penurunan elektabilitas Prabowo dalam simulasi semi terbuka. Dalam survei tersebut, elektabilitas Prabowo disebut turun dari 34,9 persen pada November 2025 menjadi 14,5 persen pada Juli 2026, sementara elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meningkat dari 19,7 persen menjadi 35 persen. Survei yang sama juga mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo turun dari 81,2 persen menjadi 51,1 persen pada periode yang sama.
Meski demikian, Prasetyo menegaskan pemerintah tidak menjadikan hasil survei sebagai acuan dalam menjalankan roda pemerintahan. Ia mengatakan seluruh kementerian dan lembaga tetap difokuskan menjalankan program-program Presiden yang telah dijanjikan kepada masyarakat. "Kami tidak pernah bekerja hanya untuk mengejar sebuah survei. Kami yakin rakyat akan menilai dari apa yang sudah kami kerjakan," tuturnya. (RAI)