JAKARTA, AFU.ID — Ketimpangan pariwisata nasional masih tinggi per akhir Mei 2026, yang menjadi perhatian serius Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI).
Melansir website Kemenpar RI, Minggu (31/5/2026), data menunjukkan hampir 7 juta dari total 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara menumpuk di Bali.
Kondisi tersebut pun memicu kepadatan berlebih (overtourism) di wilayah Canggu, Seminyak, Uluwatu, dan Ubud.
Menanggapi problem tersebut, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mendorong pemerataan investasi pariwisata berkelanjutan ke luar Pulau Dewata.
“Angka ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sebagai destinasi pariwisata sekaligus tujuan investasi, dan Bali tetap menjadi jantung pertumbuhan pariwisata nasional,” ungkapnya.
Pemerintah melalui Kemenpar RI kini membidik perluasan ekonomi ke daerah lain, agar wilayah luar Bali juga berkembang secara bertanggung jawab.
“Indonesia bukan hanya Bali, kita memiliki banyak destinasi unggulan dengan potensi pariwisata dan investasi yang sangat besar, yang masih menunggu untuk dikembangkan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tutur Menpar Widiyanti.
Kemenpar RI kini memprioritaskan pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan kawasan regeneratif.
Langkah tersebut beriringan dengan tren global yang menyukai pariwisata kebugaran (wellness tourism) dan ramah lingkungan.
Selain itu, Kemenpar RI merancang sistem verifikasi berbasis Application Programming Interface (API) untuk menertibkan perizinan akomodasi digital di Pulau Dewata. (ADR)