AFU.ID, JAKARTA - Konektivitas udara pariwisata antara Indonesia dan Jepang kini semakin menguat melalui pertemuan bilateral tingkat tinggi di Tokyo pada akhir Maret 2026.
Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Menpar RI), Widiyanti Putri Wardhana menemui pimpinan All Nippon Airways (ANA) dalam rangka membahas pembukaan rute penerbangan baru.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI mendorong maskapai Jepang tersebut untuk mengeksplorasi jalur langsung menuju destinasi unggulan selain Jakarta, seperti wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Widiyanti Putri Wardhana menilai Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) sangat siap melayani pesawat berbadan lebar sebagai gerbang utama menuju situs warisan dunia Borobudur.
“Kami melihat peluang besar untuk memperluas konektivitas antara Indonesia dan Jepang, tidak hanya melalui Jakarta,” ungkapnya.
“Penguatan konektivitas ini akan membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan Jepang untuk menikmati kekayaan budaya,” sambungnya.
Selain Yogyakarta, Kemenpar RI menjajaki potensi rute dari kota besar seperti Osaka untuk memberikan lebih banyak pilihan akses bagi pelancong.
Faktor kunci dalam memperkuat arus kunjungan wisatawan mancanegara adalah ketersediaan kursi pesawat yang memadai dan jadwal penerbangan reguler.
Kerja sama tersebut juga mencakup program promosi melalui majalah dinding pesawat, kanal digital, hingga jaringan loyalitas pelanggan milik maskapai ANA.
Kemenpar RI berencana mengundang pemengaruh dan media asal Jepang untuk mengikuti kegiatan pengenalan destinasi wisata di tanah air.
Upaya tersebut akan terintegrasi dengan kampanye nasional bertajuk Wonderful Indonesia pada berbagai ajang pameran pariwisata internasional di Jepang.
Kolaborasi antara sektor industri penerbangan dan pariwisata dianggap sangat vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif serta devisa negara.
“Penguatan konektivitas ini akan membuka akses bagi wisatawan Jepang menikmati alam dan pengalaman wisata berkualitas di Indonesia,” tutur Menpar Widiyanti.
“Wisatawan Jepang dapat menikmati kekayaan budaya dan pengalaman wisata berkualitas,” tambahnya menekankan visi besar pengembangan konektivitas udara pariwisata.
Kemenpar RI berkomitmen memberikan dukungan administratif dan kemudahan operasional bagi maskapai asing yang bersedia membuka titik masuk baru di Indonesia.
Harapannya, sinergi berkelanjutan tersebut mampu mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara melalui pertukaran budaya serta mobilitas pelancong yang semakin tinggi.