Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Potensi Transaksi Jutaan Dolar AS Terbuka, Promosi Pariwisata Indonesia Sasar Pasar India
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Promosi pariwisata Indonesia melalui kegiatan misi penjualan (sales mission) resmi menyasar dua kota besar di India, demi mendongkrak devisa negara.Langkah ekspansi pasar itu mengoptimalkan skema pertemuan bisnis (business-to-business) untuk dapat menjaring ratusan pembeli (buyers) potensial dunia.
(Foto: Kemenpar RI)
JAKARTA, AFU.ID — Promosi pariwisata Indonesia melalui kegiatan misi penjualan (sales mission) resmi menyasar dua kota besar di India, demi mendongkrak devisa negara. Langkah ekspansi pasar itu mengoptimalkan skema pertemuan bisnis (business-to-business) untuk dapat menjaring ratusan pembeli (buyers) potensial dunia.
Melansir website Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI), Minggu (14/6/2026), agenda strategis tersebut berlangsung di Kota Ahmedabad dan Kota Hyderabad sepanjang Juni 2026. Pertemuan itu mempertemukan 20 pelaku industri domestik dengan 160 agen perjalanan wisata premium asal India.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar RI, Ni Made Ayu Marthini, memberikan penjelasan resmi terkait urgensi pasar Asia Selatan tersebut. Ia menyampaikan, kelas menengah dan premium di India terbukti mengalami pertumbuhan yang sangat masif sebagai sumber wisatawan mancanegara.
Ni Made Ayu Marthini menegaskan fokus penetrasi pasar tersebut untuk mempermudah pendistribusian paket liburan nusantara. “Kami ingin memastikan produk pariwisata Indonesia semakin mudah dipasarkan oleh pelaku industri India sesuai dengan karakter dan kebutuhan pasar mereka,” ungkapnya.
Kemenpar RI memproyeksikan kegiatan promosi pariwisata Indonesia di luar negeri tersebut mampu menghasilkan potensi transaksi sebesar 3.600 pax wisatawan. Nilai perputaran ekonomi tersebut setara dengan 1.250.000 dolar Amerika Serikat (AS) bagi industri lokal.
Pemilihan lokasi berdasarkan kekuatan finansial Kota Ahmedabad yang mencatatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 300 miliar dolar AS. Sementara itu, PDB Kota Hyderabad berada pada angka 180 miliar dolar AS.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kemenpar RI, Dedi Ahmad Kurnia, menyebut kedua wilayah mempunyai basis masyarakat kaya (affluent). Kelompok itu menunjukkan minat tinggi terhadap wisata kemewahan (luxury experience) hingga wisata pernikahan (wedding tourism).
Karakteristik pasar premium tersebut menjadi landasan kuat untuk memasarkan paket liburan yang bernilai tinggi. “Hal ini menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan penjualan paket wisata yang memiliki nilai tambah lebih tinggi,” tutur Dedi Ahmad Kurnia.
Target Wisatawan Asing dalam Promosi Pariwisata Indonesia
Sebagai informasi, aktivitas tersebut menyokong pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2026 sebesar 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan. Kemenpar RI memandang, India sebagai pasar tangguh yang tetap aktif melakukan perjalanan internasional di tengah dinamika geopolitik global.
Kemenpar RI bahkan menetapkan target kunjungan pelancong asal India mencapai 750 ribu hingga 820 ribu wisatawan sepanjang 2026. Sehingga, para pelaku industri domestik harus menawarkan diversifikasi produk, mulai dari paket bulan madu hingga wisata petualangan eksperiential.
Sebanyak 20 perusahaan penyedia jasa wisata (seller) Indonesia terlibat aktif menawarkan destinasi unggulan selain Pulau Bali. Peserta pameran mencakup perusahaan manajemen destinasi internasional Pacto Destination Management Company (DMC) dan pengelola pariwisata terpadu Bintan Resorts.
Distribusi rute liburan pun diarahkan menuju Labuan Bajo, Yogyakarta, dan Bintan guna memeratakan manfaat ekonomi. Pasalnya, visi besar promosi pariwisata Indonesia berfokus pada pengembangan kualitas destinasi bernilai ekonomi tinggi di berbagai daerah.
Kemenpar RI berharap, sinergitas baru tersebut mampu memperluas jaringan penyebaran industri nasional secara berkelanjutan. Evaluasi kritis terhadap promosi pariwisata Indonesia itu pun menjadi kunci utama dalam memastikan efektivitas realisasi anggaran negara di pasar asing. (ADR)