AFU.id

Potensi Transaksi Jutaan Dolar AS Terbuka, Promosi Pariwisata Indonesia Sasar Pasar India

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Promosi pariwisata Indonesia melalui kegiatan misi penjualan (sales mission) resmi menyasar dua kota besar di India, demi mendongkrak devisa negara.Langkah ekspansi pasar itu mengoptimalkan skema pertemuan bisnis (business-to-business) untuk dapat menjaring ratusan pembeli (buyers) potensial dunia.

Potensi Transaksi Jutaan Dolar AS Terbuka, Promosi Pariwisata Indonesia Sasar Pasar India
(Foto: Kemenpar RI)

Target Wisatawan Asing dalam Promosi Pariwisata Indonesia

Sebagai informasi, aktivitas tersebut menyokong pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2026 sebesar 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan. Kemenpar RI memandang, India sebagai pasar tangguh yang tetap aktif melakukan perjalanan internasional di tengah dinamika geopolitik global.

Kemenpar RI bahkan menetapkan target kunjungan pelancong asal India mencapai 750 ribu hingga 820 ribu wisatawan sepanjang 2026. Sehingga, para pelaku industri domestik harus menawarkan diversifikasi produk, mulai dari paket bulan madu hingga wisata petualangan eksperiential.

Sebanyak 20 perusahaan penyedia jasa wisata (seller) Indonesia terlibat aktif menawarkan destinasi unggulan selain Pulau Bali. Peserta pameran mencakup perusahaan manajemen destinasi internasional Pacto Destination Management Company (DMC) dan pengelola pariwisata terpadu Bintan Resorts.

Distribusi rute liburan pun diarahkan menuju Labuan Bajo, Yogyakarta, dan Bintan guna memeratakan manfaat ekonomi. Pasalnya, visi besar promosi pariwisata Indonesia berfokus pada pengembangan kualitas destinasi bernilai ekonomi tinggi di berbagai daerah.

Kemenpar RI berharap, sinergitas baru tersebut mampu memperluas jaringan penyebaran industri nasional secara berkelanjutan. Evaluasi kritis terhadap promosi pariwisata Indonesia itu pun menjadi kunci utama dalam memastikan efektivitas realisasi anggaran negara di pasar asing. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi