JAKARTA, AFU.ID — Lamine Yamal kembali mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola setelah membawa Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026. Gelar tersebut diraih usai La Roja mengalahkan Argentina 1-0 pada partai final di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Berkat keberhasilan itu, Yamal menjadi remaja pertama yang mampu menjuarai Euro dan Piala Dunia sebelum genap berusia 20 tahun.
Meski bukan pencetak gol kemenangan di partai final, peran Yamal sepanjang turnamen tetap tidak tergantikan. Pemain Barcelona itu menjadi bagian penting dalam perjalanan Spanyol hingga mengangkat trofi dunia untuk kedua kalinya. Ia pun menambah daftar pencapaian luar biasa yang telah dikumpulkannya sejak menembus tim utama di usia belia.
Keberhasilan di Piala Dunia melengkapi kesuksesan Yamal saat membawa Spanyol menjuarai Euro 2024. Pada turnamen tersebut, ia tampil impresif hingga dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik berkat kontribusinya sepanjang kompetisi. Hanya dalam kurun dua tahun, dua trofi terbesar di level tim nasional berhasil masuk ke lemari prestasinya.
Jalan menuju Piala Dunia 2026 tidak sepenuhnya mulus bagi Yamal. Ia sempat mengalami cedera hamstring tingkat dua saat memperkuat Barcelona pada April lalu sehingga harus mengakhiri musim lebih cepat untuk menjalani pemulihan. Kerja sama tim medis Barcelona dan Timnas Spanyol membuat kondisinya pulih tepat waktu sehingga dapat tampil di putaran final.
Selama fase grup, menit bermain Yamal masih dibatasi demi menjaga kebugarannya. Namun memasuki babak gugur, pemain berusia 19 tahun itu kembali menjadi pilihan utama Luis de la Fuente di sektor sayap kanan. Ia menutup turnamen dengan satu gol dan sejumlah penampilan penting yang membantu Spanyol melaju hingga menjadi juara.
Salah satu momen terbaiknya terjadi ketika Spanyol membungkam Arab Saudi 4-0 pada fase grup. Gol yang dicetak Yamal membuatnya menjadi pencetak gol termuda Spanyol di ajang Piala Dunia pada usia 19 tahun 343 hari. Rekor tersebut juga menjadikannya pemain termuda sejak Pele pada Piala Dunia 1958 yang mampu mencetak gol di turnamen tersebut.
Di level klub, Yamal juga terus mengumpulkan prestasi meski usianya belum genap 20 tahun. Bersama Barcelona, ia telah meraih gelar La Liga, Copa del Rey, dan dua trofi Piala Super Spanyol, sedangkan bersama Timnas Spanyol ia mengoleksi gelar Euro 2024 dan Piala Dunia 2026. Selain itu, ia juga memegang sejumlah rekor sebagai pemain termuda yang tampil di Liga Champions, El Clasico, hingga mencapai 50 pertandingan bersama Barcelona.
Penampilan gemilang Yamal turut menuai pujian dari sejumlah tokoh besar sepak bola, seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Pep Guardiola, Ronaldinho, Hansi Flick, Luis de la Fuente, hingga Erling Haaland. Mereka menilai Yamal memiliki bakat, kematangan bermain, dan potensi yang jarang dimiliki pemain seusianya. Dengan koleksi gelar dan rekor yang terus bertambah, lulusan akademi La Masia itu kini semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan dalam sejarah sepak bola modern. (RAI)