JAKARTA, AFU.ID — Grandy Prajayakti mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. Surat pengunduran diri diterima perseroan hanya 12 hari setelah emiten berkode saham RANS itu resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Manajemen menyebut keputusan Grandy dilatarbelakangi alasan pribadi dan akan dibawa ke Rapat Umum Pemegang Saham untuk memperoleh persetujuan.
RANS menyatakan perubahan susunan direksi tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Perusahaan akan memproses permohonan itu sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan anggaran dasar perseroan. “Pada 22 Juli 2026, Perseroan menerima surat permohonan pengunduran diri Saudara Grandy Prajayakti sebagai Direktur Perseroan. Pengunduran diri tersebut disampaikan atas dasar alasan pribadi,” kata Direktur Keuangan RANS Rumunggu Yokonapita dalam keterbukaan informasi (24/07/26).
Grandy tercatat menjadi bagian dari jajaran direksi RANS sejak 2025 dan namanya masih tercantum dalam prospektus penawaran umum perdana perseroan. Ia memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang pemasaran, pengembangan bisnis, manajemen operasional, serta industri media dan hiburan digital. Grandy juga pernah memegang sejumlah posisi strategis di perusahaan-perusahaan yang berada dalam ekosistem bisnis RANS.
RANS resmi melantai di bursa dengan harga penawaran Rp170 per saham dan melepas 2,525 miliar saham baru atau 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dari penawaran umum tersebut, perseroan menghimpun dana sekitar Rp429,25 miliar untuk mendukung pengembangan bisnisnya. Masa penawaran umum berlangsung pada 2–8 Juli sebelum saham RANS mulai diperdagangkan pada 10 Juli 2026.
Pengunduran diri Grandy terjadi ketika saham RANS masih berada dalam fase awal perdagangan setelah IPO. Pada penutupan perdagangan sebelum keterbukaan informasi diumumkan, saham RANS berada di level Rp214 atau masih sekitar 25,9 persen di atas harga penawaran perdana. Namun, harga tersebut telah turun dari level tertingginya sejak pencatatan, sehingga perubahan susunan direksi berpotensi menjadi perhatian investor.
Perseroan belum mengumumkan jadwal RUPS maupun calon yang akan mengisi posisi yang ditinggalkan Grandy. Susunan direksi RANS saat ini juga mencakup Nagita Slavina sebagai Direktur Utama serta Abrar dan Rumunggu Yokonapita sebagai direktur. Keputusan akhir atas permohonan pengunduran diri Grandy akan ditetapkan melalui persetujuan pemegang saham. (RHU)