AFU.id

Skandal Keuangan Federasi Sepak Bola Argentina, Akankah Claudio Tapia Terjerat FBI?

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Penyelidikan terhadap dugaan pengalihan dana lebih dari 300 juta dollar AS dari Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) oleh jaksa federal dan FBI sedang berlangsung, dengan fokus pada perusahaan TourProdEnter yang mengelola kontrak internasional AFA. Meskipun AFA membantah bahwa Presiden Claudio Tapia dan Bendahara Pablo Toviggino telah dipanggil atau mengalami penyitaan barang, mereka mengakui adanya surat panggilan kepada pihak ketiga untuk memberikan informasi terkait. Hingga kini, belum ada penetapan tersangka atau dakwaan resmi terhadap Tapia, sementara penyidik terus menyelidiki potensi pencucian uang dan tindak pidana keuangan lainnya.

Skandal Keuangan Federasi Sepak Bola Argentina, Akankah Claudio Tapia Terjerat FBI?
Ketua Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, memberi isyarat menjelang pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion New York/New Jersey di East Rutherford pada 20 Juli 2026. (JUAN MABROMATA/AFP)

TourProdEnter Kelola Dana AFA

TourProdEnter menjadi pusat penyelidikan karena berperan sebagai agen eksklusif untuk menagih kontrak internasional AFA. Perusahaan itu didirikan di Florida dan dikaitkan dengan Faroni serta istrinya, Erica Gillette. TourProdEnter menerima pendapatan dari sponsor, hak komersial, pertandingan persahabatan, dan kegiatan lain yang berkaitan dengan tim nasional Argentina. Perusahaan tersebut juga memperoleh komisi atas pengelolaan pendapatan dan layanan logistik.

Dokumen perbankan menunjukkan transaksi tidak hanya dilakukan melalui satu rekening. Dana AFA mengalir melalui Bank of America, Citibank, JP Morgan, Synovus, dan PNC Bank. Dalam waktu kurang dari satu tahun, sekitar 13,55 juta dollar AS tercatat melewati rekening PNC Bank. Dana tersebut berasal dari perusahaan yang memiliki kontrak komersial AFA di Asia, Eropa, Timur Tengah, dan sejumlah wilayah lain.

Sebagian dana hanya bertahan selama 24 hingga 72 jam sebelum dipindahkan ke rekening berikutnya. Penyelidik juga menemukan transfer kepada perusahaan yang disebut memiliki aktivitas usaha terbatas atau tidak diketahui. Sedikitnya 3,17 juta dollar AS dari rekening PNC Bank tercatat dikirim kepada beberapa perusahaan, antara lain Soagu, Marmasch, Delker, Velpasalt, dan Mafer.

Sejumlah perusahaan tersebut dilaporkan menggunakan alamat, agen pendaftaran, atau kantor virtual yang sama di Florida. Penyidik kini berupaya mengetahui manfaat jasa yang diterima AFA dan pihak yang menjadi penerima akhir dana. Dokumen tersebut sebelumnya diperoleh melalui proses discovery dalam sengketa komersial sebelum diperiksa oleh Departemen Kehakiman dan FBI.

AFA Bantah Penyitaan, tetapi Akui Surat Panggilan

Di tengah penyelidikan, muncul kabar bahwa agen FBI meminta Tapia menyerahkan telepon seluler dan perangkat elektronik sebelum rombongan tim nasional Argentina meninggalkan Bandara John F. Kennedy, New York. AFA membantah peristiwa tersebut. Pengacara federasi, Gregorio Dalbón, menyebut kabar penyitaan itu tidak terjadi. “Itu sepenuhnya bohong. Tidak satu pun peristiwa yang disebutkan terjadi,” kata Dalbón.

AFA juga membantah Tapia dan Toviggino telah dipanggil untuk hadir di pengadilan Amerika Serikat. “Dokumen tersebut bukan surat panggilan kepada Claudio Tapia maupun Pablo Toviggino,” kata AFA dalam pernyataan resminya, Rabu (22/7/2026). Namun, federasi membenarkan Pengadilan Distrik Selatan Florida telah menerbitkan surat panggilan kepada pihak ketiga.

Pihak tersebut diminta hadir di hadapan dewan juri agung serta menyerahkan dokumen dan komunikasi yang berkaitan dengan sejumlah orang, termasuk pejabat AFA. AFA menyatakan dokumen itu tidak memerintahkan Tapia maupun Toviggino hadir di pengadilan. Surat tersebut juga disebut tidak membebankan kewajiban hukum ataupun mencatat penyitaan barang milik keduanya.

Pengacara Tapia, Mariano Lizardo, juga membantah adanya operasi FBI terhadap kliennya. “Saya baru saja berbicara dengannya, dan hal itu tidak terjadi,” kata Lizardo. Dengan demikian, surat panggilan kepada pihak ketiga dan penyelidikan transaksi AFA tetap berjalan. Namun, hingga kini belum ada pengumuman resmi bahwa Tapia maupun Toviggino telah dipanggil, didakwa, atau ditetapkan sebagai tersangka oleh otoritas Amerika Serikat. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi