JAKARTA, AFU.ID — Alejandro Garnacho dipastikan meninggalkan Chelsea setelah hanya semusim berseragam The Blues dengan bergabung ke Aston Villa pada bursa transfer musim panas 2026. Penyerang asal Argentina itu dipinjamkan selama satu musim dengan klausul kewajiban pembelian bersyarat setelah gagal mengamankan tempat utama di bawah pelatih baru, Xabi Alonso. Kepindahan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Garnacho untuk menghidupkan kembali kariernya bersama tangan dingin Unai Emery.
Emery sudah lama menginginkan pemain berusia 22 tahun itu sejak masih membela Manchester United, tetapi Garnacho kala itu memilih hijrah ke Stamford Bridge. Kini, pelatih asal Spanyol tersebut berhasil mendapatkan pemain yang diyakini cocok dengan gaya bermain cepat dan agresif miliknya. Selama di Chelsea, Garnacho belum mampu memenuhi ekspektasi publik. Ia tampil dalam 43 pertandingan di semua kompetisi dengan catatan delapan gol dan empat assist. Inkonsistensi performa inilah yang membuatnya lebih sering menjadi pelapis dibanding pemain inti sepanjang musim.
Keputusan melepas Garnacho juga menjadi bagian dari perombakan skuad yang dilakukan Xabi Alonso menjelang musim 2026-2027. Mantan pelatih Bayer Leverkusen dan Real Madrid itu menginginkan lini serang yang lebih fleksibel, kuat dalam penguasaan bola, dan mampu menekan lawan sejak lini depan. Karena itu, Chelsea memilih membuka ruang bagi pemain baru yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan taktik Xabi.
Morgan Rogers Jadi Proyek Baru Xabi Alonso
Sebagai pengganti Garnacho, Chelsea langsung membuat gebrakan dengan mendatangkan Morgan Rogers dari Aston Villa. Penyerang berusia 23 tahun itu direkrut dengan nilai 117 juta poundsterling. Nilai transfer fantastis ini menjadikannya pemain Inggris termahal sepanjang sejarah sekaligus pembelian termahal Chelsea melampaui rekor Enzo Fernandez.
Rogers datang dengan modal performa impresif bersama Aston Villa di bawah asuhan Unai Emery. Selama membela The Villans, ia mencatatkan 21 gol dalam 85 pertandingan Liga Inggris dan berkembang menjadi salah satu penyerang muda paling konsisten di kompetisi tersebut. Ketajamannya juga berperan penting membawa Villa bersaing di papan atas dan tampil di kompetisi Eropa.
Dibanding Garnacho, Rogers dinilai memiliki karakter permainan yang lebih lengkap. Selain mampu bermain di kedua sisi sayap, ia juga bisa beroperasi sebagai gelandang serang maupun false nine sehingga memberi lebih banyak variasi bagi Xabi Alonso. Kemampuan membawa bola, duel fisik, hingga membaca ruang menjadi keunggulan yang membuatnya cocok dengan sistem permainan berbasis penguasaan bola dan pressing tinggi. Chelsea berharap Rogers mampu menjadi poros baru di lini depan sekaligus mengangkat produktivitas tim pada musim mendatang.
Bursa transfer ini pun menjadi pertukaran besar yang memperlihatkan arah baru kedua klub. Chelsea memilih membangun lini depan lewat sosok Morgan Rogers yang dianggap lebih sesuai dengan filosofi Xabi Alonso, sedangkan Aston Villa mengambil peluang menghidupkan kembali karier Garnacho yang sempat meredup di Stamford Bridge. (RAI)