JAKARTA, AFU.ID — Jejak media sosial seorang siswi berusia 14 tahun yang tewas dalam insiden KRL di Stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan, menjadi perhatian setelah sebuah akun TikTok yang diduga milik korban diketahui mengunggah pesan sekitar satu jam sebelum kejadian. Dalam unggahan tersebut terdapat kalimat permintaan maaf apabila perjalanan kereta mengalami keterlambatan. Polisi hingga Selasa (11/8/2026) masih menyelidiki penyebab kematian korban dan belum menyimpulkan apakah peristiwa tersebut merupakan kecelakaan atau tindakan yang disengaja.
Korban diketahui merupakan pelajar perempuan berinisial AP berusia 14 tahun. Peristiwa terjadi di Stasiun Jurangmangu pada Senin (10/8/2026) sore, sekitar pukul 16.43 WIB. Petugas keamanan stasiun menerima laporan adanya seseorang yang jatuh ke jalur ketika KRL dari arah Tanah Abang memasuki kawasan stasiun.
Berdasarkan laporan Tribunnews yang memantau akun TikTok yang diduga milik korban, sebuah Story diunggah sekitar pukul 15.40 WIB atau sekitar satu jam sebelum kejadian. Unggahan tersebut memuat pesan yang mengindikasikan tindakan berbahaya sekaligus permintaan maaf kepada pengguna kereta apabila perjalanan mereka terganggu. Salah satu bagian pesannya berbunyi, “maaf kalau perjalanan kereta Anda terlambat.”
Jejak digital lain dari akun yang sama juga kemudian menjadi perhatian. Beberapa hari sebelum kejadian, akun tersebut disebut mengunggah konten berisi gambaran mengenai dua kemungkinan masa depan. Dalam bagian yang menggambarkan rencana hidup, pemilik akun menuliskan keinginan untuk lulus sekolah, menjadi penulis naskah, keluar dari rumah, serta mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan.
Unggahan itu kemudian dibandingkan dengan bagian lain yang bernuansa kematian. Konten tersebut juga disertai keterangan yang menunjukkan penyesalan terhadap kelahiran dan menggunakan musik dengan tema serupa. Rangkaian unggahan itulah yang kemudian membuat dugaan tindakan sengaja ramai diperbincangkan di media sosial setelah identitas korban diketahui.
Namun, akun TikTok dan seluruh unggahan tersebut belum diumumkan polisi sebagai bukti yang telah terverifikasi berasal dari korban. Polisi juga belum menyatakan jejak digital tersebut membuktikan penyebab kematian AP. Penyelidikan masih dilakukan dengan memeriksa tempat kejadian, saksi, barang milik korban, serta informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan berdasarkan keterangan awal saksi, AP berada di peron ketika KRL dari arah Tanah Abang memasuki Stasiun Jurangmangu. Petugas keamanan kemudian mengetahui korban sudah berada di jalur kereta. Polisi masih berupaya memastikan rangkaian kejadian beberapa saat sebelum korban berada di jalur. “Petugas keamanan kemudian melihat korban sudah terjatuh ke jalur kereta tersebut,” kata Bambang, Selasa (11/8/2026).
Polisi juga telah memeriksa salah seorang teman sekolah korban yang diketahui bersama AP sebelum kejadian. Keduanya pulang sekolah bersama dan menuju Stasiun Jurangmangu. Namun setelah tiba di stasiun, AP dan temannya berpisah karena menunggu kereta di lokasi peron yang berbeda.
Keterangan teman korban kini menjadi salah satu bagian yang didalami untuk menyusun kronologi sebelum insiden. Polisi juga mengamankan sejumlah barang pribadi milik AP untuk kepentingan penyelidikan. Belum dijelaskan apakah telepon genggam atau akun media sosial yang viral sudah termasuk barang bukti digital yang diperiksa penyidik.
Kapolsek meminta publik tidak lebih dulu mengambil kesimpulan mengenai dugaan bunuh diri hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. Menurut dia, penyidik masih harus mencocokkan keterangan saksi dengan kondisi di lokasi dan barang bukti yang tersedia. Penyebab peristiwa baru akan disampaikan setelah proses tersebut selesai. “Dugaan sementara, tidak bisa berandai-andai. Tunggu dulu, kita lakukan proses penyelidikan, untuk mengetahui penyebab seperti apa,” ujar Bambang.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo sebelumnya juga menyatakan belum dapat memastikan apakah kematian korban berkaitan dengan tindakan sengaja atau penyebab lainnya. Polisi melakukan identifikasi, pemeriksaan TKP dan meminta keterangan para saksi sebelum mengambil kesimpulan. Jenazah AP sempat dibawa ke RSUD Tangerang Selatan untuk pemeriksaan medis. “Nanti kalau sudah ada identifikasi, pengecekan, penyelidikan, saksi-saksi dan sebagainya, baru kita bisa menyimpulkan apa ini,” kata Boy.
Jenazah AP telah dimakamkan pada Selasa di TPU Marabunta, Pondok Ranji, Tangerang Selatan. Kapolsek Ciputat Timur mengatakan dirinya turut mengikuti salat jenazah sebelum pemakaman dilakukan. Sementara proses penyelidikan mengenai penyebab kematiannya tetap berlanjut.
Munculnya unggahan TikTok sekitar satu jam sebelum kejadian kini menjadi salah satu fakta yang membuat kematian AP mendapat perhatian luas. Namun terdapat dua hal yang masih harus dipastikan penyidik, yakni apakah akun dan unggahan yang beredar benar milik korban serta apakah konten tersebut memiliki hubungan langsung dengan peristiwa di Stasiun Jurangmangu. Sampai penyelidikan selesai, dugaan tindakan sengaja masih belum menjadi kesimpulan resmi kepolisian. (RHU)