Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Mahasiswa di Makassar Pura-pura Diculik, Minta Tebusan Rp90 Juta ke Orang Tua demi Hidup Hedon
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Ringkasan Berita
Seorang mahasiswa berinisial EE (23) di Makassar ditangkap setelah terbukti merekayasa penculikan dirinya sendiri untuk meminta tebusan Rp90 juta kepada orang tuanya, dengan alasan terdesak oleh utang dan gaya hidup hedonis. Kasus ini terungkap setelah orang tua EE melaporkan kehilangan kontak dan menerima pesan dari seorang yang mengaku menyekap putranya. Penyelidikan polisi mengungkap bahwa EE menciptakan sandiwara tersebut untuk memeras orang tuanya demi memenuhi kebutuhan finansialnya.
Ilustrasi - Seorang mahasiswa berinisial EE (23) di Makassar ditangkap setelah terbukti merekayasa penculikan dirinya sendiri untuk meminta tebusan Rp90 juta kepada orang tuanya, dengan alasan terdesak oleh utang dan gaya hidup hedon. (Thinkstock/cyano66)
JAKARTA, AFU.ID—- Mahasiswa berinisial EE (23) di Makassar, Sulawesi Selatan, ditangkap setelah terbukti merekayasa penculikan dirinya sendiri untuk meminta uang Rp90 juta kepada orang tuanya. Skenario tersebut dibuat dengan mengirimkan kabar seolah-olah EE disekap dan terancam dibunuh karena memiliki utang puluhan juta rupiah. Uang yang diminta rencananya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup EE.
Kasus tersebut terbongkar setelah orang tua EE melapor ke Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar pada Jumat, 7 Agustus 2026. Orang tua EE sebelumnya kehilangan kontak dengan EE lalu menerima pesan dari seseorang yang mengaku menyekap mahasiswa tersebut dan meminta tebusan Rp90 juta. Pelaku dalam pesan itu juga mengancam akan membunuh EE jika uang tidak segera diberikan.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan menelusuri informasi dan bukti pesan tersebut. Pada Rabu (12/8/2026) pagi, petugas menemukan EE berada di sebuah rumah kos di kawasan Tamalanrea, Makassar. Setelah diperiksa lebih lanjut, polisi justru menemukan fakta bahwa cerita penculikan tersebut merupakan sandiwara yang dibuat EE sendiri.
Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar AKP Sangkala mengatakan, EE sengaja membuat skenario tersebut agar orang tuanya percaya dirinya sedang dalam bahaya. "Namun setelah dilakukan pendalaman, korban itu sendiri yang membuat sandiwara dengan alasan untuk bisa mendapatkan uang dari orang tuanya," ujar Sangkala, Rabu (12/8/2026). Menurut polisi, kebutuhan finansial dan gaya hidup menjadi alasan EE menjalankan aksinya.
"Dengan kebutuhan sehari-hari, kehidupan hedon, sehingga muncul pemikiran untuk mendapatkan uang dari orang tuanya dengan cara memeras orang tuanya dengan berpura-pura bahwa dia sementara diculik dan disekap," ungkap Sangkala. (RAI)