Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Kejar Top 20 Global City, Pramono Anung Gandeng Anak Muda Rencanakan Pembangunan Jakarta
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (kiri). (Foto: Pemprov DKI Jakarta)
JAKARTA, AFU.ID — Pembangunan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta memerlukan sinergi lintas sektor untuk mengejar target Top 20 Global City. Sehingga kehadiran masyarakat, terkhususnya anak muda, sangat penting dalam merumuskan arah transformasi.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menyampaikan hal tersebut ketika menghadiri pembukaan Jakarta Future Festival (JFF) 2026, Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.
Pramono Anung menyatakan, JFF 2026 menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat sinergi menuju Jakarta sebagai kota global. Terlebih lagi, daerah yang Ia pimpin akan genap berusia 500 tahun alias 5 abad pada tahun 2027 mendatang.
“Ini merupakan acara tahunan yang menunjukkan, bagaimana Jakarta melihat dan memotret berbagai hal,” ungkapnya dikutip AFU.ID dari website Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Minggu (7/6/2026).
“Kemudian merencanakan masa depan Jakarta dengan berbagai pendekatan, seperti budaya, seni, perencanaan infrastruktur, kebijakan, teknokrasi, dan sebagainya,” sambung Gubernur Pramono.
Ia menilai, acara yang mempunyai substansi seperti JFF sangat penting untuk meningkatkan daya tarik kota. Harapannya, dapat berlangsung dengan semarak dan menarik antusiasme warga lantaran melibatkan generasi muda.
“Mudah-mudahan acara seperti ini membuat Jakarta penuh warna, Jakarta penuh pilihan, dan Jakarta bisa apa saja, selama itu memberikan kenyamanan dan kebaikan bagi seluruh warga,” tutur Pramono Anung.
Sebagai informasi, JFF 2026 berlangsung di bawah komando Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta dengan berbagai item kegiatan. Mulai dari Jakarta’s Forecast, Urban Talks, Urban Policy Lab, Urban Debate, Urban Study Case, dan pameran inovasi.
Ada pula booth Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terkurasi oleh Dinas Perindustrian, Perdangangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi DKI Jakarta. Bahkan, turut melibatkan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf/Bekraf RI).
Bappeda Provinsi DKI Jakarta merancang seluruh item kegiatan tersebut untuk memupuk rasa memiliki dan menarik partisipasi aktif masyarakat. Terutama, dalam rangka merumuskan arah transformasi pembangunan Jakarta menuju 20 kota global.
Salah satu agenda utama JFF 2026 adalah Jakarta’s Forecast dengan tema ‘Jakarta 500 – Memory, Character, and the Future of a Global City’. Giat itu mengajak berbagai kalangan untuk merefleksikan identitas, karakter, dan posisi strategis Jakarta di tingkat global menjelang usia 500 pada tahun depan.
JFF 2026 juga akan mempertemukan peserta dengan 19 profesor dari berbagai universitas internasional. Tujuannya, untuk bertukar gagasan pembangunan perkotaan, ketahanan kota, dan berbagai tantangan masa depan yang perlu diantisipasi bersama.
JFF 2026 berlangsung selama tiga hari atau hingga Minggu, 7 Juni 2026 hari ini. Festival itu menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat umum untuk bersama-sama membahas arah pembangunan dan masa depan Jakarta.
“Kami berharap JFF 2026 menjadi ruang lahirnya gagasan, inovasi, dan kolaborasi yang konkret untuk mempercepat transformasi Jakarta menuju Top 20 Global City,” ujar Pramono Anung.
“Sekaligus, untuk memastikan pembangunan kota yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Gubernur DKI Jakarta ini. (ADR)