JAKARTA, AFU.ID — Langkah strategis meningkatkan penggunaan transportasi umum menjadi solusi utama menekan kemacetan dan polusi udara Jakarta. Sinergi kuat antara lembaga pemerintah dan sektor swasta mempercepat peralihan mobilitas masyarakat.
Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Pramono Anung mengapresiasi penuh kepedulian pelaku usaha. Kampanye mandiri korporasi swasta tersebut bertujuan mengajak ribuan karyawan memanfaatkan armada massal perkotaan.
“Saya mengapresiasi Kampanye Insan Astra Ayo Naik Transum (Transportasi Umum, red) Jakarta. Upaya mengatasi kemacetan, polusi udara, dan perubahan iklim membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ungkapnya dikutip AFU.ID dari website Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Minggu (7/6/2026).
Pramono Anung menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat operasional armada Mass Rapid Transit (MRT). Pihaknya juga mengoptimalkan integrasi rute strategis Light Rail Transit (LRT) dan Transjakarta.
Ia menyebut, Transjakarta telah mengoperasikan sekitar 4.792 armada yang 500 di antaranya bus listrik. Sedangkan, layanan JakLingko mendapat dukungan penuh dari kurang lebih 2.968 armada Mikrotrans.
“Ini bagian dari target elektrifikasi penuh armada Transjakarta pada 2030,” tutur Gubernur DKI Jakarta.
Regulasi terbaru mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan angkutan umum setiap hari Rabu. Pemprov DKI Jakarta juga memberikan fasilitas tarif gratis bagi lima belas golongan masyarakat tertentu.
Sebagai informasi, sistem penataan transportasi makro Jakarta berhasil menempati peringkat 17 terbaik skala global. Catatan prestasi internasional itu menjadi modal utama dalam mewujudkan tata ruang kota berkelanjutan.
“Kami berharap Jakarta dapat menjadi kota global yang modern, berkelanjutan, dan masuk jajaran Top 50 Global City pada 2030,” ujar Pramono Anung. (ADR)