JAKARTA, AFU.ID — Warga terdampak gempa di Desa Kamarora B, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mulai menerima bantuan 10 ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan selama masa tanggap darurat. Bantuan tersebut disalurkan setelah gempa merusak jaringan air, sumur, dan fasilitas sanitasi.
Penyaluran bantuan dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sebagai bagian dari respons darurat bagi penyintas gempa. Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, mengatakan penyediaan air bersih menjadi salah satu prioritas karena merupakan kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat terdampak. Kerusakan infrastruktur air akibat gempa membuat pasokan air bersih di sejumlah titik tidak lagi dapat dimanfaatkan.
"Saat bencana terjadi, akses terhadap air bersih kerap terputus, padahal air merupakan kebutuhan paling mendasar untuk menjaga kesehatan dan memastikan para penyintas dapat bertahan hidup, khususnya di masa tanggap darurat," kata Idy Muzayyad di Jakarta, Selasa (30/6/2026). Selain mendistribusikan air bersih, Baznas juga menyalurkan bantuan pangan dan layanan kesehatan bagi warga terdampak. Seluruh bantuan tersebut berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari para muzaki.
Baznas berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban penyintas sekaligus menjaga kondisi kesehatan masyarakat selama proses pemulihan. Penyaluran bantuan juga akan terus dikoordinasikan bersama pemerintah dan pihak terkait agar menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan.
"Kami juga akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan penyaluran bantuan berjalan efektif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan di wilayah terdampak," ujar Idy Muzayyad. Sebelumnya, Baznas telah mengerahkan berbagai bantuan kemanusiaan untuk penanganan gempa di Sulawesi Tengah, mulai dari dapur umum, layanan kesehatan, distribusi logistik dan air bersih, dapur air, pembangunan masjid darurat, hingga layanan dukungan psikososial bagi para penyintas. (RAI)