AFU.id

Wacana Perluasan Jaringan Rel hingga 14.000 Km, Mampukah Rel Mati Dihidupkan?

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Pemerintah Indonesia berencana memperluas jaringan rel kereta api nasional dari 7.000 kilometer menjadi 14.000 kilometer melalui pembangunan jalur baru dan reaktivasi rel yang sudah tidak aktif. Meskipun rencana ini sedang disusun dalam peta jalan pengembangan perkeretaapian, rincian mengenai panjang jalur yang akan diaktifkan dan anggaran belum diungkapkan, dengan target penyelesaian ditetapkan dalam "sekian puluh tahun ke depan." Pengembangan ini bertujuan untuk meningkatkan mobilitas penumpang dan distribusi logistik, dengan mengacu pada model pengembangan jaringan rel di Jepang, namun disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Indonesia.

Wacana Perluasan Jaringan Rel hingga 14.000 Km, Mampukah Rel Mati Dihidupkan?
Ilustrasi - Kereta api sedang melintas di lintasan antara Stasiun Medan menuju Stasiun Bandar Khalifah ANTARA/Juraidi

Tenggat Masih “Sekian Puluh Tahun”

Jaringan rel aktif di Indonesia saat ini mencapai sekitar 7.000 kilometer dan sebagian besar berada di Pulau Jawa. Target 14.000 kilometer berarti pemerintah harus menambah jaringan hingga dua kali lipat dari kondisi sekarang. “Hari ini kita punya kurang lebih 7.000 kilometer rel kereta dan itu didominasi Jawa,” ujar AHY. Pemerintah belum menetapkan tenggat tahun penyelesaian. AHY baru menyebut pengembangan dan reaktivasi tersebut akan berlangsung dalam “sekian puluh tahun ke depan”.

Peta jalan yang sedang disusun akan memasukkan pengembangan jaringan kereta di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Namun, urutan pembangunan, panjang lintasan, serta tahapan pengerjaan di masing-masing pulau belum diumumkan. “Ke depan kami sedang menyusun sebuah master plan untuk pengembangan Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan juga Trans Sulawesi railway system,” kata AHY.

Pemerintah menjadikan Jepang sebagai salah satu rujukan karena dinilai memiliki karakter geografis yang serupa dengan Indonesia sebagai negara kepulauan. Namun, penerapan model tersebut akan disesuaikan dengan kondisi wilayah dan kebutuhan konektivitas nasional. Rencana perluasan jaringan rel diarahkan untuk mendukung mobilitas penumpang dan distribusi logistik. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi