AFU.id

Tata Kelola Buruk, Pencemaran Sampah Plastik Rugikan Sektor Kelautan Nasional

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Pencemaran sampah plastik di wilayah perairan nasional terus mengancam keberlanjutan ekosistem biota laut akibat lemahnya tata kelola pembuangan dari wilayah daratan. Kebocoran material anorganik itu berisiko merusak rantai makanan setelah terurai menjadi partikel mikroplastik yang berbahaya bagi biota laut.

Tata Kelola Buruk, Pencemaran Sampah Plastik Rugikan Sektor Kelautan Nasional
KKP RI menggelar aksi bersih pantai di Pantai Petitenget, Badung, Bali. (Foto: KKP RI)

Investasi Infrastruktur Atasi Pencemaran Sampah Plastik

Penutupan jalur kontaminasi membutuhkan solusi teknologi pengelolaan akhir yang ramah lingkungan agar tak memicu krisis kesehatan baru bagi warga sekitar. Praktik pembakaran limbah secara konvensional telah dilarang karena berkontribusi terhadap buruknya kualitas udara bersih.

“Saya sebenarnya mendukung pembangunan TPA (Tempat Pembuangan Akhir, red) kedua karena dapat memberi kita waktu sekitar 10 tahun. Dalam waktu tersebut, kita bisa membangun fasilitas waste to energy, menarik investasi, dan bekerja sama dengan PLN. Langkah-langkah ini dapat membantu menyelesaikan masalah,” ujar Founder Seven Clean Seas, Tom Peacock-Nazil.

Kolaborasi antara kampanye digital dan pengadaan infrastruktur pengolahan energi limbah menjadi penentu keberhasilan pembersihan wilayah pesisir nasional. Ke depan, komitmen pembiayaan jangka panjang dari sektor swasta sangat penting agar target bebas polusi laut bukan sekadar seremonial belaka. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi