AFU.ID, JAKARTA - Revitalisasi Anjungan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi agenda prioritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) guna menyambut masa depan.
Melansir website Pemprov DKI Jakarta pada Senin, 30 Maret 2026, Wakil Gubernur (Wagub) Rano Karno menyampaikan bahwa transformasi tersebut mengusung konsep visioner dengan pendekatan teknologi imersif bagi pengunjung.
Pemprov DKI Jakarta memproyeksikan sarana edukasi kebudayaan Betawi tersebut akan mampu memenuhi kebutuhan generasi muda yang sangat lekat dengan ekosistem dunia siber.
Langkah pembaruan melibatkan kolaborasi pembiayaan antara anggaran daerah serta kontribusi pihak swasta melalui skema non Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Sekarang anak-anak sudah punya pandangan yang berbeda, kita harus bersiap ke arah digital karena memang itu eranya,” ungkap Wagub Rano.
Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Dinas CKTRP) DKI Jakarta memperkirakan total kebutuhan anggaran untuk proyek besar tersebut mencapai Rp77,5 miliar.
Pada tahap awal 2026, PT Wisma Nusantara Internasional telah memberikan dukungan dana sebesar Rp25 miliar untuk memulai proses konstruksi fisik.
Pemprov DKI Jakarta juga mengupayakan tambahan Rp25 miliar dari skema yang sama.
Dengan begitu, total kontribusi dari sumber non APBD dapat mencapai Rp50 miliar.
Pemprov DKI Jakarta lantas menargetkan pembangunan konstruksi mulai berjalan pada Juni 2026, setelah proses penghapusan aset lama selesai dilakukan oleh instansi terkait.
Sisa kebutuhan dana sebesar Rp27,5 miliar akan masuk dalam alokasi APBD Tahun Anggaran (TA) 2027 mendatang.
“Pembangunan konstruksi ditargetkan mulai pada Juni 2026, revitalisasi ini ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun, sehingga Anjungan DKI Jakarta dapat kembali difungsikan pada peringatan HUT ke-500,” pungkas Wagub Rano.