JAKARTA, AFU.ID - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia sedang menuju swasembada energi. Ia memperkirakan Indonesia akan menjadi negara yang kuat di bidang energi dalam tiga tahun ke depan atau pada 2029. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XVIII di Lampung, Rabu (10/6/2026).
“Saudara-saudara, kita menuju swasembada energi. Kita sedang bekerja keras, perhitungan kita 3 tahun lagi kita bener-bener sangat kuat di bidang energi,” kata Prabowo, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo menyebut swasembada energi menjadi target berikutnya setelah pemerintah mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada pangan. Menurutnya, kemandirian pangan dan energi penting untuk menghadapi situasi global yang tidak stabil.
Ia menyinggung perang Amerika Serikat-Israel dan Iran yang berdampak pada kawasan Teluk, termasuk Selat Hormuz dan Laut Merah. Jalur tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan lalu lintas perdagangan minyak dunia.
“Akan ada kesulitan, pasti ada kesulitan sekarang, tidak hanya kita yang sulit, hampir seluruh dunia yang sulit. Karena perang teluk ya, ada Selat Hormuz, ada Laut Merah, tapi kita bersyukur kekuatan kita besar,” ujar Prabowo.
Prabowo kemudian menegaskan kembali pentingnya swasembada pangan sebagai fondasi menghadapi tekanan global. “Kita sekarang sudah swasembada pangan! Sudah swasembada pangan! Jangan kau anggap pangan itu tidak penting,” tegasnya.
Pertamax Naik Jadi Rp16.250
Pernyataan Prabowo soal swasembada energi disampaikan pada hari yang sama ketika PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green. Harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Kenaikan harga tersebut berlaku mulai Rabu, 10 Juni 2026. Pertamina sebelumnya menyatakan penyesuaian harga dilakukan setelah evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah dan dikoordinasikan dengan regulator. Meski harga BBM nonsubsidi naik, pemerintah memastikan harga BBM dan LPG subsidi tidak ikut dikerek.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan keputusan tersebut merupakan perintah langsung Presiden Prabowo. “Saya pikir itu untuk BBM subsidi dan LPG subsidi tidak ada kenaikan, itu perintah Bapak Presiden. Tidak ada kenaikan,” kata Bahlil.
Dengan keputusan itu, harga Pertalite dan Solar subsidi tetap dipertahankan pemerintah. Namun, kenaikan Pertamax dan Pertamax Green terjadi di tengah tekanan harga minyak global akibat konflik kawasan Teluk yang juga disinggung Prabowo dalam pidatonya. Prabowo menyatakan pemerintah tetap bekerja untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Target tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya membuat Indonesia lebih siap menghadapi gejolak dunia. (FAD)