JAKARTA, AFU.ID — Enam bulan pascabencana banjir bandang di Sumatra, ratusan ribu korban di Kabupaten Aceh Utara nyatanya masih hidup melarat dan terjebak dalam penderitaan ekonomi yang parah.
"Anak pun harus minum susu, tapi kami enggak mampu beli karena penghasilan tidak ada dan kebun rusak semua," ujar salah satu korban asal Desa Geudumbak, Nurul Akla, dilansir dari BBC, dikutip Selasa (26/5/2026).
Dilansir dari BBC, kesengsaraan warga di lokasi pengungsian tersebut semakin menjadi lantaran janji manis pemerintah pusat untuk memberikan dana bantuan pemulihan tidak pernah terealisasi hingga saat ini.
"Pemerintah pernah janji akan memberikan bantuan, tapi sampai sekarang tidak ada, ini cuma janji-janji saja," sesal suami Nurul, Basriadi.
Pasutri ini kehilangan seluruh sumber penghidupan setelah 2 hektare kebun jeruk dan sawit mereka hancur lebur, hingga terpaksa menanggung utang sebesar Rp3 juta demi membayar biaya persalinan dan makan sehari-hari.
"Sekarang ini semua susah, mau bertani pun tidak ada modal, apalagi hunian sementara berukuran 6x6 meter yang kami tempati sekarang murni dari bantuan relawan," ungkap Basriadi.
Janji penyaluran dana tersebut sebelumnya pernah disampaikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada akhir 2025, yang mencakup uang jatah hidup harian Rp15.000 per orang, bantuan perabotan Rp3 juta, dan modal usaha Rp5 juta.
"Itu harapan kami buat modal hidup kembali, buat pertanian, dan untuk mencukupi anak-anak kita," harap Nurul menagih janji tersebut.
Menyadari daruratnya nasib 98 ribu kepala keluarga yang terdampak, pemerintah daerah setempat mengaku masih membereskan administrasi dan terus mendesak agar dana dari pemerintah pusat itu turun sebelum Idul Adha.
"Pemerintah masih merampungkan pendataan agar semua penyintas banjir mendapatkan bantuan, kami meminta kepada penyintas untuk bersabar," pungkas Juru Bicara Pemkab Aceh Utara Muntasir Ramli, dikutip (26/5).
Dilansir dari Detik.com, saat ini pemerintah melalu Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkapkan akan memberikan bantuan Rp1 triliun kepada para korban bencana meliputi wilayah Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Bantuan yang diberikan diketahui akan berupa santunan, stimulan sosial ekonomi dan isian rumah serta jaminan hidup selama 3 bulan.
Tak hanya Kemensos, Menteri Dalam Negeri juga mengungkapkan kembali pihaknya akan mengajukan bantuan ke pemerintah senilai Rp100 triliun untuk menerapkan skema bantuan jangka panjang selama 3 tahun.
Bantuan tersebut dikatakan akan disalurkan dengan rincian Rp38,9 triliun di tahun 2026, Rp32,9 triliun di tahun 2027 dan Rp28,2 triliun di tahun 2028. (NAD)