JAKARTA AFU.ID — DPR RI mengusulkan agar penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada bidang-bidang tertentu seperti robotika, pemrograman, dan biomolekuler tidak lagi diwajibkan kembali ke Indonesia setelah lulus, dan diberi kesempatan untuk bekerja di luar negeri.
Usulan tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa sejumlah bidang keilmuan tingkat lanjut belum memiliki ekosistem maupun lapangan kerja yang memadai di dalam negeri, sehingga dinilai lebih relevan jika para lulusan dapat mengembangkan karier di pusat-pusat inovasi global.
“Untuk jurusan-jurusan misalnya yang sangat advance, dan di Indonesia tidak ada jurusan itu dan lapangan pekerjaannya juga tidak ada, forum pengabdiannya mereka kepada masyarakat tidak ada. Berikanlah mereka exemption, berikanlah mereka kesempatan untuk menjadi bagian dari kemajuan di dunia,” kata Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Keuangan bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin (25/5/2026).
“Contoh jurusan robotik, coding, biomolekuler, dan jurusan-jurusan seperti itu menurut saya harus diberikan exemption. Kita tidak bisa Pak semuanya harus kita ratakan, harus balik, seperti itu,” lanjutnya.
Misbakhun memandang kesempatan bekerja di luar negeri bagi talenta-talenta tersebut sebagai kontribusi Indonesia terhadap perkembangan peradaban dunia.
“Sama ketika dulu orang-orang pintar Indonesia itu disekolahkan oleh beasiswa lembaga asing tanpa pernah mereka diminta oleh lembaga asing itu mengabdi kepada pemberi dana itu, dan itu bagian dari kontribusi kita,” katanya.
Meski demikian, Misbakhun tetap mendukung langkah LPDP dalam memperkuat nasionalisme dan ideologi para penerima beasiswa. Penguatan karakter kebangsaan penting dilakukan terhadap generasi muda penerima beasiswa melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama LPDP, Yon Arsal, mengatakan LPDP saat ini tengah memperkuat pengelolaan talenta nasional jangka panjang dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Menurut dia, LPDP kini tidak hanya berfokus mengirim penerima beasiswa untuk menempuh pendidikan, tetapi juga memastikan para lulusan dapat ditempatkan di sektor-sektor strategis yang dibutuhkan negara.
LPDP juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah kampus dan institusi pendidikan guna memperkuat penyaluran alumni ke dunia kerja yang relevan dengan bidang keilmuan mereka.
“Jadi kita tidak fokus hanya mengirimkan orang sekolah, tapi juga memilihkan satu sesuai dengan jurusan yang diinginkan oleh pemerintah, lulusannya untuk di bidang-bidang strategis. Kemudian kalau memungkinkan juga tentu disalurkan ke tempat-tempat yang memang dibutuhkan oleh negara,” jelasnya. (ANT/RAI)