JAKARTA AFU.ID — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, meminta sejumlah perubahan dalam draf nota kesepahaman dengan Iran, termasuk terkait pengelolaan uranium yang telah diperkaya dan pengaturan mengenai Selat Hormuz menjelang kemungkinan tercapainya kesepakatan baru antara kedua negara.
Menurut laporan Axios, dengan mengutip seorang pejabat senior pemerintahan Trump dan sumber yang mengetahui masalah tersebut, Presiden Trump berjanji akan mengambil keputusan final terkait situasi dengan Iran. Namun, media Amerika itu kemudian melaporkan belum ada kesepahaman akhir yang tercapai.
Trump menggelar pengarahan intelijen di Washington pada Jumat pagi (29/52026). Pada Minggu (31/5), The New York Times menyatakan Trump mengajukan syarat lebih ketat untuk kesepakatan yang mungkin tercapai guna mengakhiri konflik dengan Iran dan telah menyampaikan proposal baru kepada Teheran.
Rancangan kesepakatan tersebut saat ini mencakup komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Berdasarkan kesepakatan itu, para pihak akan memiliki waktu 60 hari untuk mencapai perjanjian mengenai program nuklir Iran dan pencabutan sanksi AS.
Pokok pembahasan utama adalah persediaan uranium Iran yang telah diperkaya serta pembatasan terhadap pengayaan lebih lanjut.
"Yang diinginkan adalah rincian yang lebih spesifik mengenai bagaimana AS menerima material tersebut (uranium yang diperkaya) dan kapan proses itu dilakukan," kata seorang pejabat senior pemerintahan Trump kepada media tersebut.
Menurut sumber lain, Gedung Putih juga ingin merevisi klausul mengenai pembukaan Selat Hormuz. Trump diberi tahu bahwa pihak Iran akan menyampaikan tanggapan dalam waktu sekitar tiga hari, menurut laporan tersebut.
Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran hingga menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Pada 8 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dan dilanjutkan dengan pembicaraan di Islamabad yang berakhir tanpa hasil.
Meskipun tidak ada pengumuman mengenai dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. (ANT/RAI)
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA