JAKARTA, AFU.ID – Iran menutup penuh ruang udara Teheran pada Senin (6/7/2026) saat prosesi utama pemakaman Ayatollah Ali Khamenei berlangsung di ibu kota. Penutupan itu diikuti penghentian sementara seluruh penerbangan reguler di Bandara Internasional Mehrabad dan Bandara Internasional Imam Khomeini.
Pengaturan tersebut menjadi bagian dari pengamanan prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran yang berlangsung selama enam hari. Penerbangan di wilayah Iran lain tetap dijadwalkan berjalan tanpa pembatasan khusus selama rangkaian kegiatan berlangsung di Teheran.
Jadwal Organisasi Penerbangan Sipil Iran yang dikutip kantor berita ISNA menyebut Bandara Mehrabad akan kembali beroperasi normal pada Selasa. Namun, operasional Bandara Internasional Imam Khomeini masih akan dihentikan setelah prosesi utama di Teheran selesai.
Penutupan udara di ibu kota menjadi salah satu dampak langsung dari prosesi yang menarik pelayat dan pejabat dari dalam maupun luar Iran. Pemerintah Iran sebelumnya juga mengerahkan kekuatan darat, laut, dan udara untuk mengamankan rangkaian acara, termasuk pengawasan lalu lintas udara di tengah situasi keamanan kawasan yang masih tegang. Setelah Teheran, rangkaian pemakaman akan bergerak ke Qom pada Selasa. Jenazah Khamenei kemudian dijadwalkan dibawa ke Irak untuk upacara di Baghdad, Najaf, dan Karbala pada Rabu, sebelum kembali ke Iran.
Penutupan serupa akan diterapkan di Mashhad pada 9 Juli. Ruang udara di atas kota di timur laut Iran itu serta operasional Bandara Internasional Shahid Hasheminejad akan dihentikan sementara saat upacara pemakaman terakhir berlangsung di Kompleks Makam Imam Reza.
Khamenei tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Rangkaian pemakamannya dimulai di Teheran pada Jumat dan menjadi salah satu peristiwa politik serta keagamaan terbesar di Iran sejak pecahnya perang beberapa bulan terakhir. (RHU)