JAKARTA, AFU.ID – Jumlah korban tewas akibat dua gempa besar yang mengguncang Venezuela delapan hari lalu bertambah menjadi 2.595 orang. Pemerintah setempat menyatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan di wilayah yang paling parah terdampak.
Presiden interim Venezuela Delcy Rodriguez menyampaikan pembaruan jumlah korban itu saat berbicara kepada wartawan, Kamis (2/7/2026) waktu setempat. “Hingga hari ini, jumlah korban tewas mencapai 2.595 orang,” kata Delcy.
Venezuela diguncang dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 pada Rabu (24/6/2026). Dua guncangan terjadi dalam selang sekitar 39 detik dan menyebabkan bangunan runtuh di sejumlah wilayah, termasuk kawasan pesisir utara yang menjadi titik terdampak terparah.
Pemerintah Venezuela belum menghentikan pencarian di reruntuhan. Tim penyelamat masih berupaya menemukan kemungkinan korban yang tertimbun, sekaligus mengevakuasi jenazah dari bangunan yang ambruk.
Ketua Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez mengatakan lebih dari 4.000 personel penyelamat dari sejumlah negara masih berada di zona bencana. Mereka bekerja bersama personel militer, polisi, pemadam kebakaran, petugas penyelamat Venezuela, serta relawan.
Menurut Jorge, bantuan kemanusiaan dari berbagai negara yang telah tiba di Venezuela mencapai lebih dari 7.000 ton. Bantuan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, layanan kesehatan, logistik darurat, serta mendukung operasi pencarian dan evakuasi.
Pemerintah belum menyampaikan pembaruan jumlah warga yang masih hilang. Kondisi di sejumlah lokasi dilaporkan masih menyulitkan tim penyelamat karena banyak bangunan yang roboh dan akses menuju titik terdampak belum sepenuhnya pulih.
Angka korban jiwa masih berpotensi berubah seiring proses pencarian dan pendataan berlangsung. Pemerintah Venezuela terus menghadapi tekanan untuk mempercepat distribusi bantuan, penanganan pengungsi, serta pemulihan layanan dasar di wilayah terdampak gempa. (RHU)