JAKARTA, AFU.ID - Iran bakal meneruskan pengembangan teknologi dan kemajuan ilmiah di bidang nuklir di tengah upaya pihak yang dianggap musuh untuk menghancurkan industri nuklir negara tersebut. Sikap itu disampaikan Wakil Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Mayor Jenderal Mostafa Izadi, seperti dilaporkan media Iran, Tasnim, Selasa (18/8/2026). “Kami akan melanjutkan jalur nuklir, ilmiah, dan pengembangan negara dengan kekuatan,” kata Mostafa dalam sebuah acara untuk memperingati kepahlawanan pemimpin Revolusi Islam yang gugur, Ayatollah Seyed Ali Khamenei.
Menurut Mostafa, kekuatan-kekuatan yang memusuhi Iran telah menjalankan berbagai upaya, mulai dari melemahkan dan menggulingkan pemerintahan hingga memecah belah Iran. Upaya lainnya disebut mencakup penguasaan sumber daya minyak dan Selat Hormuz, penghancuran peradaban Iran-Islam, pelemahan Angkatan Bersenjata dan Front Perlawanan, hingga upaya menghilangkan industri nuklir Iran.
Namun, Mostafa mengatakan Iran telah mampu melewati berbagai tahap sulit tersebut dengan mengandalkan Tuhan dan berada di bawah kepemimpinan yang bijaksana. Ia juga menilai perkembangan global menunjukkan adanya penurunan kekuatan Amerika Serikat.
Mostafa turut menyoroti kemampuan strategis Angkatan Bersenjata Iran. Ia mengklaim militer Iran memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, salah satu jalur energi, industri, dan ekonomi paling vital di dunia. Menurutnya, peningkatan signifikan kemampuan rudal dan sistem pertahanan udara Iran telah menciptakan kekuatan pencegah yang luar biasa dan membuat lawan berada dalam posisi pasif serta berhati-hati. Di tingkat regional, Mostafa mengatakan Front Perlawanan juga telah mengambil langkah tegas untuk mendukung cita-cita Revolusi Islam Iran. Ia menyebut hal itu diwujudkan melalui penguasaan terhadap sejumlah jalur strategis, termasuk Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb. (EER)