Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Sebelum Tembak Massal di Sekolah Thailand, Pelaku Bunuh Kakek-Neneknya
Bagikan:
Penulis: Erik Erfinanto
Ringkasan Berita
Penembakan massal terjadi di Debsirin Nonthaburi School, Thailand, pada 7 Agustus 2026, yang mengakibatkan tujuh orang tewas dan 15 lainnya terluka setelah seorang siswa melepaskan 26 tembakan di sekolah. Sebelum serangan tersebut, pelaku terlebih dahulu membunuh kakek dan neneknya di rumah. Menteri Pendidikan Thailand menyatakan bahwa korban termasuk guru dan siswa, sementara pemerintah berkoordinasi untuk memberikan bantuan kepada korban dan pihak sekolah di tengah tren peningkatan kekerasan bersenjata di negara tersebut.
Penembakan massal di sekolah di Thailand menewaskan setidaknya 6 orang. (Foto Istimewa)
JAKARTA, AFU.ID – Penembakan massal terjadi di Debsirin Nonthaburi School, Thailand, Jumat (7/8/2026). Sedikitnya tujuh orang tewas dan 15 lainnya terluka setelah seorang siswa melepaskan tembakan di lingkungan sekolah sebelum akhirnya menembak dirinya sendiri. Sebelum melakukan penembakan di sekolah, pelaku terlebih dahulu menembak dan membunuh kakek dan neneknya di rumah. Setelah itu, pelaku menuju sekolah yang berada di wilayah barat laut Bangkok tersebut dan melepaskan tembakan.
Polisi mengatakan pelaku melepaskan 26 tembakan di sekolah. Petugas juga menemukan 34 butir amunisi lainnya di lokasi kejadian. Menteri Pendidikan Thailand Prasert Jantararuangtong mengatakan guru dan siswa turut menjadi korban dalam peristiwa itu. Para siswa berhamburan keluar dari sekolah ketika penembakan terjadi, sementara korban luka dievakuasi menggunakan ambulans. Seorang siswa berusia 18 tahun mengatakan kepada Reuters bahwa dirinya sempat tidak menyadari suara yang terdengar merupakan suara tembakan. Dia mengira suara tersebut berasal dari petasan atau seseorang yang sedang memukul benda. "Saya awalnya tidak mengira itu senjata. Ada banyak tembakan: bang bang bang. Kemudian suara itu berhenti. Lalu terdengar lagi," kata siswa tersebut.
Petugas tanggap darurat Kiatikhun Verapongpradith (47) mengatakan timnya tiba ketika penembakan masih berlangsung. Mereka kemudian memberikan pertolongan kepada sejumlah siswa yang mengalami luka di bagian punggung, dada dan lengan. Petugas juga menemukan seorang guru laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di lantai atas sekolah. Di ruangan lain, mereka menemukan seorang guru perempuan yang mengalami luka di bagian dada dan lengan. "Kami memberikan CPR selama sekitar 30 menit dan membawanya ke rumah sakit karena detak jantungnya tidak kembali. Namun, kami sudah berusaha sebaik mungkin," kata Kiatikhun.
Penembakan tersebut menjadi kasus penembakan di sekolah kedua yang terjadi di Thailand sepanjang tahun ini. Pada Februari lalu, seorang guru tewas dan seorang siswa terluka dalam penembakan di sebuah sekolah di wilayah selatan Thailand. Debsirin Nonthaburi School diketahui merupakan sekolah dengan jumlah siswa yang cukup besar. Berdasarkan data otoritas distrik, sekolah tersebut memiliki sekitar 3.100 siswa dan 147 guru pada tahun ajaran 2025.
Wakil Menteri Pendidikan Thailand Akkharanan Kannakittinan mengatakan pemerintah tengah berkoordinasi untuk memberikan bantuan kepada korban dan pihak sekolah. Kasus penembakan massal bukan hal baru di Thailand. Dalam beberapa tahun terakhir, negara tersebut mengalami sejumlah serangan bersenjata yang menewaskan banyak korban, termasuk anak-anak.
Pada 2022, seorang mantan polisi melakukan serangan menggunakan senjata api dan pisau selama sekitar tiga jam di wilayah timur laut Thailand. Sebanyak 36 orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk 22 anak-anak yang ditikam saat sedang tidur di sebuah pusat penitipan anak. Pada Juli 2025, seorang pria bersenjata menewaskan lima orang, termasuk petugas keamanan dan seorang pedagang, dalam penembakan di sebuah pasar di Bangkok sebelum mengakhiri hidupnya.
Sementara itu, pada Februari 2026, seorang guru tewas setelah seorang penembak melepaskan tembakan di sekolah tempatnya bekerja di Hat Yai. Pada 2020, seorang tentara menewaskan 29 orang dalam aksi penembakan di Nakhon Ratchasima. Pada 2023, seorang remaja berusia 14 tahun menggunakan pistol modifikasi untuk melakukan penembakan di sebuah pusat perbelanjaan mewah di Bangkok. Dua orang tewas dan lima lainnya terluka dalam kejadian tersebut. (EER)