Api Madrid dan Avila Terancam Menyatu
Pemerintah Spanyol menetapkan keadaan darurat nasional akibat kebakaran di Madrid dan meminta tambahan sumber daya dari Uni Eropa. Kondisi suhu tinggi serta angin yang terus bertiup membuat pemadaman semakin sulit. Pihak berwenang juga mengkhawatirkan kebakaran di Madrid menyatu dengan kobaran api lain di wilayah Avila.
Pertemuan dua titik kebakaran dapat memperbesar area terdampak dan mempercepat pergerakan api. “Jika kedua kobaran itu bertemu, api akan menjadi lebih ganas dan agresif,” kata Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska. Ia menyebut Jumat sebagai hari kritis bagi operasi pemadaman. Pemerintah belum dapat memastikan kapan kebakaran dapat dikendalikan.
“Kita tidak bisa optimistis. Hari ini adalah hari yang kritis,” ujarnya. Kebakaran di Perancis dan Spanyol menjadi bagian dari rentetan peristiwa serupa di Eropa sepanjang musim panas 2026. Gelombang panas berulang sejak akhir Mei meningkatkan suhu dan membuat kawasan hutan semakin mudah terbakar.
Badan pemantau iklim Uni Eropa, Copernicus, mencatat Juni 2026 sebagai Juni terpanas yang pernah terjadi di Eropa Barat. Peningkatan suhu akibat perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia juga memperbesar intensitas dan dampak kebakaran. Sekitar dua pekan sebelumnya, kebakaran di Provinsi Almeria, Spanyol, menewaskan 13 orang.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu kebakaran hutan paling mematikan di negara itu. Perancis juga menghadapi intensitas kebakaran yang meningkat. Presiden Emmanuel Macron sebelumnya menyatakan negaranya belum pernah menghadapi kebakaran sebanyak tahun ini sejak berakhirnya Perang Dunia II. (FAD)






























