JAKARTA, AFU.ID — Israel Klaim menewaskan komandan sayap militer Hamas, Mohammed Odeh, dalam serangan di Gaza pada Selasa,(26/5/2026) berdasarkan laporan BBC.
Serangan itu menghantam sebuah gedung permukiman di pusat Kota Gaza, salah satu kawasan pasar yang ramai menjelang Idul Adha.
Petugas medis dan saksi setempat menyebut sedikitnya tiga warga Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan tersebut.
Militer Israel dan badan keamanan Shin Bet menyatakan serangan menyasar sejumlah bangunan yang disebut menjadi tempat persembunyian Odeh.
Menurut Israel, pergerakan Odeh telah dipantau selama beberapa bulan sebelum serangan dilakukan.
Hamas belum memberikan tanggapan resmi atas klaim Israel tersebut.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Odeh sebagai salah satu tokoh yang terlibat dalam serangan 7 Oktober.
Netanyahu mengatakan Israel akan terus memburu pihak yang terlibat dalam serangan tersebut.
Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah pendahulu Odeh sebagai komandan sayap bersenjata Hamas, Izz ad-Din al-Haddad, juga disebut tewas dalam serangan Israel.
Meski gencatan senjata Gaza berlaku sejak Oktober, Israel masih beberapa kali melancarkan serangan dengan alasan menargetkan anggota Hamas.
Hamas berulang kali menuduh Israel melanggar gencatan senjata dan menyerang warga sipil.
Kementerian Kesehatan Gaza menyebut lebih dari 900 orang tewas akibat serangan Israel selama masa gencatan senjata.
Serangan terbaru ini kembali menunjukkan rapuhnya gencatan senjata di Gaza, terutama ketika Israel tetap menjalankan operasi militer dengan dalih memburu pimpinan Hamas.
Sumber: BBC