AFU.ID - Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi objektif dan transparan terkait serangan Israel terhadap pasukan perdamaian UNIFIL di Lebanon. Serangan tersebut mengakibatkan tiga prajurit TNI gugur saat menjalankan tugas internasional.
Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, menegaskan bahwa PBB harus bersikap netral dan tidak terpengaruh oleh tekanan politik pihak manapun dalam mengungkap fakta di lapangan.
"Memang kita meminta kepada PBB agar lakukan investigasi dan harus netral, artinya harus objektif. Jangan karena lobi Amerika atau lobi Israel kemudian tidak menunjuk bahwasanya Israel yang pelakunya," ujar Syahrul dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat 10 Maret 2026.
Syahrul mengutuk keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional. Menurutnya, tindakan militer terhadap pasukan penjaga perdamaian telah merusak prinsip dasar kerja sama global yang selama ini dijunjung tinggi.
"Kami mengutuk itu karena itu pelanggaran terhadap hukum internasional dan itu tidak menghormati lembaga UN (PBB) yang menjadi tempat kita bersepakat bersama," tuturnya.
Lebih lanjut, Syahrul meyakini bahwa Israel merupakan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Ia menilai posisi pasukan perdamaian di lokasi kejadian tidak memungkinkan bagi kelompok lain untuk melakukan serangan.
"Kita (BKSAP) Alhamdulillah dengan tegas menyatakan bahwasanya Israel yang pelakunya karena posisi pasukan perdamaian itu posisi yang memang tidak mungkin Lebanon atau Hizbullah yang akan menyerang," kata Syahrul.
Ia pun mendorong Pemerintah Indonesia dan komunitas internasional untuk membawa kasus ini ke jalur hukum internasional. Penegakan hukum dianggap penting agar posisi diplomasi Indonesia tetap kuat dan konsisten dalam membela keadilan.
"Karena kalau ini dibiarkan, Indonesia akan nampak lemah maka Indonesia harus bersikap lebih tegas," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan UNIFIL dinyatakan gugur akibat serangan yang terjadi pada Minggu 29 Maret 2026 dan Senin 30 Maret 2026. Ketiga prajurit tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. (fad/asw)