AFU.id

Hendak Lihat Garis Nazca dari Udara, 13 Wisatawan Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Peru

Bagikan:

Penulis: Fadhlan RobbaniReporter: Fadhlan Robbani

Ringkasan Berita

Kecelakaan pesawat wisata di Peru yang terjadi pada Sabtu (1/8/2026) menewaskan 13 orang, termasuk 11 penumpang dan dua awak, saat mereka sedang dalam perjalanan untuk melihat Garis Nazca dari udara. Pesawat Cessna Caravan C-208 milik maskapai Aerodiana lepas landas dari Bandara Pisco, namun mengalami keadaan darurat dan jatuh di kawasan gurun sekitar satu jam setelah penerbangan. Dari total korban, tujuh adalah wisatawan asal Italia, sementara penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan otoritas setempat, di tengah cuaca buruk yang sempat menghentikan penerbangan sebelumnya.

Hendak Lihat Garis Nazca dari Udara, 13 Wisatawan Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Peru
Polisi memeriksa puing-puing pesawat yang jatuh saat penerbangan wisata yang membawa turis di atas Garis Nazca di Peru, Sabtu, 1 Agustus 2026. (Foto AP/Genry Bautista)

Korban Didominasi Wisatawan Asing

Kementerian Transportasi Peru menyebut korban terdiri atas wisatawan asing dan dua awak pesawat. Sebanyak tujuh korban merupakan warga negara Italia dengan rentang usia 18 hingga 54 tahun. Dua korban lainnya warga Spanyol berusia 52 tahun, sementara dua warga Jerman berusia 77 dan 78 tahun. Dua korban lainnya merupakan pilot Americo Salazar dan kopilot Irenka Guanilo del Carpio.

Penyebab kecelakaan belum diketahui. Otoritas Peru masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan pesawat kehilangan kendali hingga jatuh. Maskapai Aerodiana juga menyatakan akan mengevaluasi jadwal penerbangan sesuai arahan otoritas penerbangan Peru. Kecelakaan terjadi sehari setelah penerbangan wisata di atas Garis Nazca sempat dihentikan akibat kondisi cuaca.

Angin dilaporkan bertiup dengan kecepatan lebih dari 40 kilometer per jam. Kondisi tersebut menyebabkan debu beterbangan dan mengurangi jarak pandang di sekitar kawasan gurun. Meski demikian, otoritas belum memastikan apakah kondisi cuaca tersebut berkaitan dengan jatuhnya pesawat. Presiden Peru Keiko Fujimori menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Pemerintah juga mempertimbangkan penangguhan sementara operasional bandara terkait sambil menunggu hasil penyelidikan.

Sebagai informasi tambahan, Garis Nazca merupakan salah satu situs arkeologi paling terkenal di Peru. Kawasan tersebut berada di gurun pesisir selatan negara itu dan dikenal dengan geoglif berukuran raksasa yang dibuat di permukaan tanah. Gambar-gambar tersebut membentuk berbagai objek, mulai dari hewan, tumbuhan, figur imajiner hingga pola geometris yang membentang di kawasan gurun.

UNESCO menetapkan Garis Nazca sebagai Situs Warisan Dunia. Situs ini juga menjadi salah satu tujuan wisata utama Peru dan menarik sekitar 100 ribu pengunjung setiap tahun. Wisatawan umumnya melihat geoglif tersebut dari udara menggunakan pesawat kecil yang beroperasi dari Bandara Maria Reiche di sekitar kawasan Garis Nazca. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan 13 orang tersebut. (FAD)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi