JAKARTA, AFU.ID — Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan yang melibatkan mobil pikap dan dua truk di Jalur Pantura Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, bertambah menjadi 12 orang. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu AKP Undang Syarif mengatakan tiga korban meninggal di lokasi kejadian, sementara sembilan lainnya meninggal setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. “Awalnya di lokasi kejadian ada tiga orang meninggal dunia. Seiring penanganan medis, korban yang dirawat di rumah sakit bertambah meninggal sehingga total korban meninggal menjadi 12 orang,” ujar Undang, Senin (13/07/26).
Kecelakaan terjadi di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Minggu siang. Mobil bak terbuka Daihatsu Gran Max tersebut mengangkut 17 penumpang dan seorang pengemudi yang baru pulang setelah mengantar rombongan ke acara pernikahan. Berdasarkan penyelidikan sementara, Gran Max sempat berhenti di lajur kanan karena hendak memutar arah. Kendaraan tersebut kemudian ditabrak dari belakang oleh truk Hino wing box hingga terdorong ke jalur berlawanan. Pada saat bersamaan, truk Hino bak terbuka datang dari arah berlawanan dan menabrak Gran Max. Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Sebanyak delapan korban meninggal tercatat di Rumah Sakit Bhayangkara, sedangkan empat korban lainnya meninggal di Rumah Sakit Mitra Plumbon Widasari. Enam korban yang selamat masih menjalani perawatan. Pengemudi Gran Max bernama Warkidi termasuk korban yang meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis.
Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat telah menerjunkan tim Traffic Accident Analysis untuk melakukan olah tempat kejadian perkara secara digital dan ilmiah. Polisi juga telah memeriksa empat saksi, termasuk dua pengemudi kendaraan yang terlibat. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengungkap secara pasti rangkaian kejadian serta faktor yang menyebabkan kecelakaan maut itu. (RHU)