JAKARTA, AFU.ID — Ledakan besar terjadi di sebuah bangunan penyimpanan bahan peledak tambang di timur laut Myanmar.
Peristiwa itu terjadi di Kota Namhkam, Negara Bagian Shan, pada Minggu, (31/5/2026), sekitar siang waktu setempat.
Lebih dari 45 orang dilaporkan tewas akibat ledakan tersebut.
Sekitar 70 orang lainnya mengalami luka-luka.
Lokasi ledakan berada di Kaungtup, wilayah yang dekat dengan perbatasan China.
Area itu berada di bawah kendali Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang atau TNLA.
Laporan awal menyebut bangunan yang meledak digunakan untuk menyimpan bahan peledak tambang.
TNLA mengakui menyimpan bahan peledak untuk kegiatan pertambangan dan penggalian.
Kelompok itu menyatakan penyelidikan penyebab ledakan sudah dimulai.
Ledakan tersebut merusak banyak rumah warga di sekitar lokasi.
Foto dan video yang beredar menunjukkan asap besar membumbung dari titik ledakan.
Puing bangunan juga terlihat berserakan di sekitar lokasi.
Petugas penyelamat masih melakukan pencarian korban di reruntuhan.
Sejumlah korban dikhawatirkan masih terjebak.
Rumah sakit setempat juga membutuhkan tambahan donor darah untuk menangani korban luka.
Insiden ini membuka sorotan terhadap penyimpanan bahan peledak di wilayah konflik.
Terutama ketika lokasi penyimpanan berada dekat dengan permukiman warga. (RHU)