Penulis: Agung Riyadi · Reporter: M. Agung Riyadi
JAKARTA, AFU.ID - Perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru, seperti model Mythos besutan Anthropic, mulai memicu kewaspadaan global. Setelah Hong Kong, kini giliran Jepang yang merilis peringatan khusus bagi industri perbankan domestik guna mengantisipasi potensi ancaman siber yang masif.
Ketua Asosiasi Perbankan Jepang sekaligus Presiden Mizuho Bank, Masahiko Kato, menyatakan, lembaga keuangan di Jepang kemungkinan harus mengambil langkah ekstrem, termasuk menangguhkan sementara layanan krusial seperti ATM dan mobile banking. Langkah proaktif ini akan diambil jika model AI canggih tersebut terbukti memberikan ancaman nyata bagi stabilitas sistem perbankan.
"Ada kekhawatiran tentang peningkatan serangan siber canggih yang melampaui apa yang telah diantisipasi. Layanan tertentu seperti ATM dapat ditangguhkan secara proaktif untuk melindungi aset pelanggan," ujar Masahiko Kato dalam konferensi pers, dikutip dari Reuters, Sabtu (20/6/2026).
Kekhawatiran sektor perbankan ini berakar pada kemampuan sistem AI mutakhir seperti Mythos yang mampu mengidentifikasi celah keamanan (vulnerability) dalam perangkat lunak secara kilat. Kemampuan ini dikhawatirkan dapat disalahgunakan untuk melancarkan gelombang serangan siber yang terstruktur dan masif.
Pihak Anthropic sendiri, saat meluncurkan Mythos pada April lalu, telah memperingatkan bahwa model AI mereka berhasil menemukan ribuan celah keamanan software. Kerentanan tersebut mencakup kelemahan di hampir seluruh sistem operasi dan peramban (browser) utama. Anthropic juga menegaskan bahwa dampak penyebaran teknologi ini bisa sangat fatal jika tidak dimitigasi dengan tepat.
Merespons situasi tersebut, industri perbankan kini memperketat pengawasan dan pemeriksaan terhadap penggunaan tools AI sejenis. Ketegangan ini juga memicu respons tegas dari pemerintah. Pekan lalu, pemerintah Amerika Serikat resmi memerintahkan Anthropic untuk menangguhkan akses model AI mutakhirnya bagi warga negara asing, dengan alasan menjaga keamanan nasional.
(ANT/MAR)