JAKARTA, AFU.ID — Sampah rumah tangga yang sebelumnya hanya berakhir di tempat pembuangan kini diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, mulai dari paving block, roster, sabun, hingga lilin. Pengolahan tersebut tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat.
Program pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular ini dijalankan di sejumlah wilayah melalui kolaborasi masyarakat dan PT Pertamina Patra Niaga. Sampah plastik rumah tangga seperti kemasan saset dan bungkus makanan diolah menjadi paving block, roster, serta lembaran plastik daur ulang tanpa proses pembakaran.
Selain itu, sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos, sementara minyak jelantah diolah menjadi sabun padat, sabun cair, dan lilin yang memiliki nilai jual.
“Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Roberth dalam keterangannya.
Salah satu program yang berjalan berada di Balikpapan melalui Pengelolaan Lingkungan Terpadu Borneo (Pelita). Program tersebut mendorong pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi berbagai produk yang dapat digunakan kembali maupun dipasarkan.
Sementara itu, di Madiun, Jawa Timur, pengelolaan sampah dilakukan melalui Bank Sampah Pesanggrahan yang didukung aplikasi digital Sokrosok. Aplikasi tersebut memudahkan warga mengumpulkan dan menjual sampah anorganik untuk kemudian diolah menjadi berbagai produk daur ulang seperti plakat, kipas, meja, gantungan kunci, dan sapu plastik.
Program Kampung Iklim Pesanggrahan tercatat mampu mengurangi 16 ton sampah organik dan lebih dari 1,3 ton sampah anorganik. Selain memberikan dampak lingkungan, program tersebut juga menghasilkan tambahan pendapatan kumulatif masyarakat sekitar Rp14,6 juta.
Penggerak Proklim Pesanggrahan, Kurnia Fidia Wati, mengatakan keterlibatan warga menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah berbasis komunitas.
Melalui pengolahan sampah menjadi produk bernilai jual, masyarakat tidak hanya membantu menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna. (RHU)