JAKARTA, AFU.ID — Partai Golongan Karya (Golkar) bersiap menggelar Pentas Musik dan Refleksi Paskah Nasional 2026 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat nanti, (24/4/2026).
Agenda tersebut menjadi momentum bagi partai pohon beringin untuk memperkuat citra sebagai partai inklusif yang menjunjung tinggi toleransi dan kemajemukan.
Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (Waketum DPP) Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, menyampaikan bahwa perayaan tersebut merupakan perwujudan ideologi partai yang lahir dari nilai-nilai Pancasila.
“Peringatan Hari Raya Paskah oleh Partai Golkar adalah bukti nyata Golkar sebagai partai yang inklusif, lahir dari rahim Pancasila, dan menghormati hari besar agama,” ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, (21/4/2026).
Ace Hasan Syadzily menyatakan, partainya ingin menegaskan pentingnya persatuan di tengah keberagaman demi kemajuan Indonesia dalam pagelaran nanti.
“Bhinneka Tunggal Ika bukan semboyan, melainkan cara hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tutur legislator yang juga menjabat sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) ini.
Rangkaian Acara dan Kehadiran Tokoh
Rencananya, Bahlil Lahadalia selaku Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar akan menghadiri langsung kegiatan nanti.
Termasuk jajaran pengurus DPP beserta sekitar 3.500 jemaat dan warga gereja dari wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).
Ketua Panitia Penyelenggara, Melki Laka Lena, menjelaskan bahwa kegiatan nanti tak hanya berisi seremonial musik rohani, sebab ada pula aksi sosial lintas agama.
Golkar akan menyalurkan bantuan renovasi untuk gereja Kristen dan Katolik, serta santunan bagi panti asuhan anak dan lansia dari latar belakang Muslim, Kristen, maupun Katolik.
Melki Laka Lena mengutarakan, tema yang kegiatan selaras dengan tema resmi Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Ia memandang, Partai Golkar akan memaknai kebangkitan sebagai momentum pembaharuan komitmen.
“Bangkit untuk Indonesia yang inklusif dan lebih bermartabat,” ujar Melki Laka Lena.
Refleksi Kebangsaan dan Dukungan Asta Cita
Senada dengan hal tersebut, Soedeson Tandra menyebutkan bahwa inti dari acara nanti adalah refleksi Paskah dalam bingkai kebangsaan.
Ia menilai nilai-nilai kasih dan keadilan sangat relevan dengan doktrin karya kekaryaan Partai Golkar untuk mendukung program pemerintah.
“Pokok acara ialah Refleksi Paskah dalam konteks kebangsaan yang melibatkan keterlibatan warga gereja Kristen dan Katolik di Jabodetabek,” paparnya.
“Karena bagi Golkar, mewujudkan setia kawan bukan hanya dalam konteks sosial, tetapi juga dalam konteks kebijakan politik yang mengutamakan kepentingan dan aspirasi rakyat,” sambungnya.
Anggota Fraksi Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini juga menilai, implementasi nilai-nilai kebersamaan dalam politik merupakan langkah nyata untuk menyukseskan program Asta Cita di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. (ADR/FAD)