JAKARTA, AFU.ID — Pemerintah belum menetapkan pembukaan 160 ribu formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada 2026. Angka tersebut masih berupa proyeksi awal yang didasarkan pada sekitar 160 ribu PNS yang akan memasuki masa pensiun sepanjang 2025. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini sebelumnya memang mengisyaratkan adanya seleksi CPNS tahun ini. Namun, ia belum memastikan jumlah formasi maupun waktu pelaksanaannya. “Kami sudah ada datanya, sekitar 160 ribu,” ujar Rini di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Selasa, (24/6/2026).
Rini menjelaskan, angka tersebut muncul setelah melihat jumlah PNS yang akan pensiun pada 2025. Karena itu, angka 160 ribu belum bisa dianggap sebagai formasi resmi yang dapat langsung dilamar oleh masyarakat.
Saat ini, Kementerian PANRB masih menghimpun usulan kebutuhan pegawai dari kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Setiap instansi diminta mengajukan jumlah formasi sekaligus kompetensi yang dibutuhkan. “Saya tidak bisa mengarang kompetensi apa yang dibutuhkan oleh instansi,” kata Rini. Kebutuhan tersebut nantinya akan disesuaikan dengan program prioritas pemerintah. Pemerintah juga menyatakan akan tetap memperhatikan peluang bagi lulusan baru, meski pembagian formasi berdasarkan instansi, jabatan, dan kualifikasi pendidikan belum diumumkan.
Selain itu, Kementerian PANRB telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait kebutuhan anggaran pelaksanaan seleksi. Kepastian rekrutmen baru akan diumumkan setelah kebutuhan pegawai dan dukungan anggaran selesai dihitung. “Kami sudah bersurat kepada Menteri Keuangan untuk segera dihitung,” ujar Rini. Hingga kini, pemerintah belum dapat memastikan kapan pendaftaran CPNS 2026 akan dibuka. Jadwal seleksi, persyaratan, serta jumlah formasi baru akan diumumkan secara resmi setelah seluruh proses perhitungan selesai.
BKN Ingatkan Tautan Palsu
Di tengah belum adanya pengumuman resmi, Badan Kepegawaian Negara (BKN) menemukan poster yang mengklaim pendaftaran CPNS 2026 telah dibuka. Poster tersebut mengarahkan calon pelamar ke tautan yang bukan berasal dari domain resmi pemerintah. Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN, Wisudo Putro Nugroho, memastikan bahwa poster pembukaan CPNS 2026 yang beredar pada Juni lalu merupakan informasi palsu.
BKN menemukan sejumlah indikasi mencurigakan, seperti penggunaan tautan tidak resmi dan narasi yang mendesak masyarakat untuk segera mendaftar. Tautan semacam itu berpotensi digunakan untuk pencurian data maupun kejahatan siber. BKN menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran calon aparatur sipil negara (ASN) hanya dilakukan melalui portal resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN). Pengumuman resmi juga disampaikan melalui situs dan akun media sosial instansi pemerintah.
Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan nomor induk kependudukan, foto identitas, kata sandi, maupun data pribadi lainnya melalui tautan yang beredar di grup percakapan atau media sosial. Dengan demikian, kabar mengenai pembukaan 160 ribu formasi CPNS 2026 belum dapat dipastikan kebenarannya. Pemerintah baru menyampaikan proyeksi berdasarkan jumlah pegawai yang akan pensiun, sementara formasi final dan jadwal pendaftaran masih menunggu pengumuman resmi. (RHU)