JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 4.000 pekerja PT Feng Tay di Kabupaten Bandung, Jawa Barat dirumahkan setelah pabriknya mengurangi volume produksi secara signifikan. Para buruh yang dirumahkan tersebut terancam pemutusan hubungan kerja secara permanen.
Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan informasi tersebut masih merupakan temuan awal. Ia akan mendatangi pabrik PT Feng Tay di kawasan Banjaran-Soreang untuk memastikan jumlah ini. "Hal ini berpotensi pemutusan hubungan kerja massal," kata Said dalam konferensi pers, Minggu, (21/6/2026).
Pekerja yang dirumahkan sebelumnya dikaryakan dalam produksi sepatu merek Nike. PT Feng Tay telah memproduksi sepatu Nike sejak tahun 1992, dan telah tuntas tahun ini. Pesanan disebut telah selesai, sementara kontrak atau order berikutnya belum memiliki kepastian.
KSPI juga menerima informasi mengenai keterlambatan pasokan bahan baku untuk produksi. Namun, penyebab gangguan pasokan dan status pesanan baru masih perlu dikonfirmasi kepada manajemen perusahaan.
Said mengatakan pihaknya mendapat laporan bahwa sebagian pekerja yang dirumahkan hanya menerima sekitar 50 persen upah. Informasi itu akan diperiksa langsung saat kunjungan ke perusahaan. KSPI meminta perusahaan memastikan hak pekerja tetap dipenuhi selama masa perumahan. Serikat pekerja juga berencana meminta PT Feng Tay dan Nike memberi kepastian mengenai kelanjutan pesanan produksi. (RHU)