AFU.id

Perkuat Daya Saing SDM, KKP Satukan 11 Perguruan Tinggi Vokasi Jadi Institut Kelautan Indonesia

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Institut Kelautan Indonesia resmi dibentuk sebagai hasil penggabungan 11 perguruan tinggi vokasi untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia di sektor kelautan dan perikanan. Transformasi ini bertujuan untuk menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan industri serta memperkuat riset dan inovasi, di mana masing-masing kampus akan memiliki spesialisasi sesuai dengan bidangnya. Dengan basis 27.819 lulusan dan kerja sama dengan berbagai institusi, diharapkan Institut Kelautan Indonesia dapat menjadi pusat keunggulan dalam pengembangan pendidikan maritim yang relevan dan terarah.

Perkuat Daya Saing SDM, KKP Satukan 11 Perguruan Tinggi Vokasi Jadi Institut Kelautan Indonesia
KKP RI meresmikan Institut Kelautan Indonesia yang menyatukan 11 perguruan tinggi vokasi. (Foto: KKP RI)

Institut Kelautan Indonesia Satukan 27.819 Lulusan

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) KKP RI, I Nyoman Radiarta menjelaskan seluruh satuan pendidikan menerapkan kurikulum berbasis industri. Peserta didiknya juga berasal dari keluarga pelaku usaha kelautan dan perikanan, sehingga mempunyai kedekatan dengan sektor yang dipelajari. Secara keseluruhan, ke-11 satuan pendidikan tersebut telah meluluskan 27.819 orang sejak pertama kali berdiri yang sebagian besar terserap ke dunia usaha dan industri.

Sementara itu, Brian Yuliarto selaku Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI menilai Institut Kelautan Indonesia dapat menjadi pusat keunggulan yang melahirkan riset dan perusahaan rintisan baru. Yang mana, pengembangan itu berpotensi memperkuat hubungan antara pendidikan, inovasi, dan kebutuhan industri kelautan. Kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan mitra strategis juga disepakati untuk mendukung agenda besar itu.

Di antaranya Insitut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, dan Universitas Nusa Cendana. Kemudian Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Pattimura, Sampoerna Unniversity, Universitas Trunojoyo, Onamu Co.Ltd. Korea Selatan, serta Vogo Group and Globit Co. Ltd. Korea Selatan.  

Dengan basis 11 kampus dan puluhan ribu lulusan, Institut Kelautan Indonesia mempunyai modal awal yang cukup besar untuk membangun ekosistem pendidikan maritim lebih terarah. Namun, keberhasilan transformasi itu akan ditentukan oleh konsistensi pembaruan kurikulum, kualitas fasilitas, dan kemampuan mengubah potensi pendidikan menjadi inovasi yang benar-benar digunakan industri. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi