JAKARTA, AFU.ID — Rasa takut masih membayangi Rita untuk kembali berjualan setelah gerobak nasi uduknya dirusak saat bentrokan antarwarga di Menteng, Jakarta Pusat. Di tengah kondisi tersebut, pedagang yang menggantungkan nafkah keluarganya dari usaha itu menerima bantuan gerobak baru dari anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka pada Senin (27/7/2026). Bantuan itu menjadi harapan agar Rita dapat kembali menjalankan usahanya.
Pedagang nasi uduk, Rita, mengaku sempat kehilangan harapan untuk kembali berdagang karena lokasi usahanya berada di titik bentrokan. Kondisi itu semakin membebani keluarganya lantaran sang suami masih rutin menjalani pengobatan pascaoperasi. "Awalnya pas kejadian, pesimis, bisa jualan lagi enggak ya? Loh kok seperti ini banget di sini, sekarang juga masih waswas, masih takut kalau ada, soalnya titiknya di sini. Tapi saya serahkan semuanya pasrah sama Allah," ujar Rita.
Di lingkungan tempat tinggalnya, Rita dikenal sebagai pedagang yang sering membantu warga maupun sesama penjual. Ia mengaku tidak pernah menolak pembeli yang kekurangan uang dan memilih membagikan sisa makanan daripada membuangnya. Rasa syukur pun disampaikan Rita atas bantuan yang diterimanya dari Rieke Diah Pitaloka karena membuatnya memiliki kesempatan untuk kembali mencari nafkah.
Rieke mengatakan, bantuan gerobak tersebut diberikan agar pelaku usaha kecil yang terdampak bentrokan bisa segera kembali beraktivitas. "Saya mau ngasih gerobak biar bisa cepat dipakai, biar bisa cepat jualan," kata Rieke. Ia juga mengingatkan, setiap persoalan di tengah masyarakat sebaiknya diselesaikan melalui dialog, bukan dengan kekerasan yang berpotensi menimbulkan korban baru.
Selain itu, Rieke mendorong agar forum komunikasi di tingkat RT dan RW kembali diaktifkan untuk mencegah konflik serupa terulang. Menurutnya, komunikasi antarmasyarakat menjadi langkah penting dalam meredam potensi perselisihan sejak dini. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan komitmen seluruh pihak untuk menjaga situasi lingkungan tetap kondusif setelah bentrokan.
Sebelumnya, dua kelompok yang terlibat bentrokan maut di kawasan Matraman, Menteng, sepakat berdamai melalui mediasi di Polda Metro Jaya. Meski demikian, proses hukum terhadap tujuh tersangka tetap berlanjut, terdiri atas empat tersangka kasus perusakan gerobak pedagang berinisial GNA, AJL, FAM, dan ELL. Sedangakan, tiga tersangka pengeroyokan yang menewaskan satu orang dan menyebabkan seorang lainnya mengalami luka kritis berinisial SK, AS, dan OR. Polisi menegaskan kesepakatan damai hanya bertujuan meredam konflik antarwarga dan tidak menghentikan penyidikan pidana yang sedang berjalan.