JAKARTA, AFU.ID — Polisi menetapkan ARH, 32 tahun, sebagai tersangka pembunuhan bidan RSUD Besuki, Murtafia Rafika Devi, 34 tahun, yang ditemukan meninggal di saluran air jalur Pantura Situbondo, Jawa Timur.
ARH merupakan suami korban. Ia menyerahkan diri ke Polda Jawa Timur setelah kejadian tersebut, kemudian dibawa ke Polres Situbondo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Situbondo AKP Selimat mengatakan tersangka tiba di Polres Situbondo pada Minggu, (7/6/2026) pagi dan langsung diperiksa penyidik.
“Tersangka pembunuhan sudah kami amankan dan tiba di Polres Situbondo pada Minggu pagi tadi,” kata Selimat di Situbondo, Minggu, (7/6/2026).
Dalam pemeriksaan awal, ARH mengakui telah menghabisi nyawa istrinya sendiri. Kepada penyidik, ia mengaku diliputi rasa cemburu dan sakit hati terhadap korban.
Pengakuan tersebut menjadi salah satu fokus penyelidikan karena mengungkap dugaan motif di balik kematian bidan yang dikenal bekerja di RSUD Besuki itu. Polisi menduga konflik dalam hubungan rumah tangga menjadi pemicu tindakan pelaku, meski seluruh rangkaian peristiwa masih didalami.
Menurut polisi, pengakuan tersangka belum dapat dijadikan satu-satunya dasar untuk menyimpulkan motif. Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, mencocokkan alat bukti, serta menelusuri kronologi sebelum korban ditemukan meninggal.
Dalam penyelidikan kasus ini, polisi juga mengamankan barang bukti berupa batu yang diduga digunakan untuk melakukan pembunuhan. Barang bukti tersebut ditemukan setelah petugas melakukan serangkaian penyelidikan di lokasi penemuan jasad korban.
Selain itu, sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Polisi juga masih menunggu hasil otopsi guna memastikan penyebab kematian korban secara medis.
Sebelumnya, Murtafia Rafika Devi ditemukan meninggal di saluran air Jalan Raya Pantura, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, pada Sabtu, (6/6/2026) malam.
Korban diketahui merupakan bidan yang bekerja di RSUD Besuki. Pihak rumah sakit sebelumnya menyebut korban masih menjalankan tugas pada Jumat, (5/6/2026) malam sebelum akhirnya ditemukan meninggal sehari kemudian.
Kasus ini menyita perhatian publik karena pelaku yang ditetapkan polisi merupakan suami korban sendiri. Dugaan motif cemburu yang diakui tersangka menambah sisi human interest dalam perkara tersebut, meski polisi menegaskan penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap secara utuh kronologi dan latar belakang pembunuhan itu. (RHU)