JAKARTA, AFU.ID — Perdebatan mengenai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG bergeser menjadi serangan terhadap penampilan Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia, Fathimah Azzahra. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ulta Levenia Nababan, menyindir jas almamater kuning yang dikenakan Fathimah sebagai “daster kuning”. Sindiran itu disampaikan melalui Instagram Story pribadinya setelah Fathimah berdebat dengan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari. Unggahan tersebut beredar luas sejak Sabtu (18/7/2026).
Perdebatan bermula dalam program Dua Sisi tvOne pada Jumat yang membahas MBG dan penggunaan anggaran pendidikan. Fathimah menilai pembiayaan MBG tetap berkaitan dengan pendidikan karena menggunakan pos anggaran yang sama. “Bagi kami sama karena masih menggunakan sama-sama anggaran pendidikan,” kata Fathimah. Ia juga menyoroti berbagai kendala yang masih dihadapi sekolah dalam menjalankan program tersebut.
Qodari kemudian mempertanyakan angka dan data yang menjadi dasar kritik Fathimah. Ia meminta mahasiswa tidak menyampaikan klaim terlalu jauh apabila tidak memiliki jumlah pasti mengenai sekolah atau mahasiswa yang terdampak. Fathimah membalas bahwa mahasiswa melihat persoalan secara langsung dan tidak hanya mengandalkan tumpukan data pemerintah. Perdebatan tersebut semula masih berkisar pada pelaksanaan MBG, anggaran pendidikan, dan tanggung jawab pemerintah.
Ulta lalu mengunggah potongan perdebatan tersebut dan mempertanyakan dasar klaim Fathimah mengenai banyaknya sekolah yang mengalami kendala. Namun, tanggapannya kemudian bergeser dari persoalan data ke pakaian dan penampilan Fathimah. “Kochaque bunda pakai daster kuning ini. Maaf Bund beli dasternya di mana?” tulis Ulta disertai emoji tertawa. Ia juga menyebut argumentasi Fathimah sebagai retorika kosong dan mengaitkannya dengan seorang mantan calon presiden tanpa menyebut nama.
Jas berwarna kuning yang dikenakan Fathimah merupakan almamater Universitas Indonesia, bukan pakaian yang berkaitan dengan substansi perdebatan MBG. Fathimah tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran sekaligus Wakil Ketua BEM UI. Ulta juga diberitakan sebagai alumnus Ilmu Politik UI sebelum menjabat sebagai tenaga ahli utama di lingkungan KSP. Hingga Selasa, belum ditemukan tanggapan resmi Ulta maupun KSP mengenai unggahan tersebut.
Peristiwa itu membuat pembahasan mengenai mutu, anggaran, dan kendala pelaksanaan MBG tertutup oleh polemik cara pejabat pemerintah merespons kritik mahasiswa. Kritik terhadap data yang disampaikan Fathimah tetap dapat diperdebatkan melalui angka dan bukti yang dapat diperiksa. Namun, sindiran mengenai pakaian tidak menjawab persoalan program yang sedang dibahas dalam forum tersebut. Polemik kini berpusat pada penggunaan serangan personal ketika pemerintah menghadapi kritik terhadap kebijakan publik. (RHU)