JAKARTA, AFU.ID — Seorang sopir truk bernama Yepran Firmansyah, 38 tahun, tewas setelah dikeroyok sekelompok orang di kawasan SPBU Jalan Noerdin Panji, Kecamatan Sukarami, Palembang. Peristiwa itu diduga bermula dari perselisihan akibat saling serobot antrean pengisian solar.
Insiden terjadi pada Rabu, (3/6/2026), sekitar pukul 21.15 WIB. Saat itu, korban sedang mengantre solar dengan truk bernomor polisi BG 9479 CE.
Perselisihan bermula ketika sebuah kendaraan diduga menyerobot antrean di depan truk korban. Yepran kemudian menegur pengendara tersebut hingga terjadi pertengkaran di area SPBU.
Pertengkaran sempat dilerai oleh sopir lain yang berada di lokasi. Namun, pelaku diduga kembali datang sekitar 30 menit kemudian bersama beberapa orang menggunakan sepeda motor.
Kelompok itu lalu menyerang korban di sekitar lokasi. Korban sempat berusaha meninggalkan SPBU dengan mengemudikan truknya, tetapi tetap dikejar oleh para pelaku.
Truk yang dikemudikan korban akhirnya berhenti setelah menabrak di seberang SPBU. Warga dan sesama sopir kemudian membawa Yepran ke Rumah Sakit Myria Palembang.
Kapolsek Sukarami Kompol Alex Andriyan membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, jumlah pelaku diperkirakan sekitar tujuh orang.
“Benar terjadi peristiwa tersebut. Dari keterangan saksi di lokasi, pelaku berjumlah sekitar tujuh orang,” kata Alex.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana mengatakan penyidik masih mengejar para pelaku. Polisi juga telah mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi dari lokasi kejadian.
“Kami telah mengumpulkan sejumlah alat bukti dan keterangan saksi. Tim di lapangan masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” kata Musa, Rabu.
Kasus ini memperlihatkan risiko konflik di antrean BBM yang kerap padat dan tidak terkendali. Perselisihan kecil di ruang publik dapat berubah menjadi kekerasan ketika pengawasan di sekitar SPBU lemah.
Polisi masih menyelidiki rangkaian kejadian dan peran masing-masing pelaku. Penanganan kasus ini penting agar antrean BBM tidak kembali menjadi titik rawan kekerasan bagi sopir dan warga. (RHU)